PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK.
Materi
: Berbagi Pengalaman
Menerbitkan Buku
Narasumber : Akbar Zainudin
Moderator : Ibu Sri Sugiastuti
Peresume : Yohana M.A.Bana.
Seorang trainer dan
motivator Man Jadda Wajada yang memiliki segudang pengalaman dalam menulis buku, akan membagikan pengalamannya bagi para peserta group menulis gelombang 15.
Kuliah
dibuka oleh Om Jay dan selanjutnya
diserahkan kepada ibu Astutiana Solo untuk menjadi moderator.
Pak Akbar adalah seorang trainer
dan motivator Man Jadda Wajada. Beliau lahir di Banyumas 7 Februari 1973. Untuk
lebih lengkapnnya profil beliau bisa di lihat di link ini https://akbarzainudin.com/profil/
Sebagai awal materi pak Akb ar malam ini,akan berbincang- bincang seputar pengalaman menulis beberapa buku yang akan dirangkum dalam materi : Langkah – langkah menulis. Namun biasaya beliau memberikan satu materi dalam bentu video untuk disimak lebih dulu.
Langkah-langkah menulis buku bisa dilihat di
link ini https://youtu.be/-7E7q4I4-vU
Setelah semua peserta menyimak materi selama 11 menit ke depan beliau langsung meneruskannya dengan penjelasan.
Menurut beliau ada 6 langkah dalam menulis buku yang disingkat dengan TOJTRP. Apa itu TOJTRP = Tema , Outline, Jadwal, Tulis,Revisi,Penerbit.
Langkah pertama ialah Huruf T.= Tema.
Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus mempunyai tema besar, baik buku-buku fiksi maupun non fiksi. Adapun temanya akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema yang ditentukan ini hanya satu saja. Misalnya kerja keras, cara belajar, romantisme dan sebagainya. Buku-buku pak Akbar kebanyakan adalah buku-buku Motivasi. Buku Asma Nadia,Novel,Ahmad Fuadi,Novel tentang pesantren dan kerja keras dan sebagainya. Kita boleh menulis satu tema tertentu karena ini menyangkut “ branding” berusahalah untukfokus menulis pada satu tema tertentu,agar kita dikenal ahli dalam tema tersebut.Jika temanya berubah-ubah orang bingung menentukan keahlian kita.
Langkah kedua ialah Huruf O. = Outline
Buatlah outline atau daftar isi.
Gunanya outline:
- Agar tulisan terarah
- Bisa buat jadwal dan target.
- Menghindari "ngeblank" pada
saat menulis.
- Agar bukunya selesai.
Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya. Bukunya akan selesai? Tentu tidak. Banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline.
HOW: Bagaimana. Cara Mengembangkan Daftar Isi (outline)
UNTUK BUKU NON FIKSI
1. Gunakan prinsip dasar 5W dan 1H.
- Prinsip WHY : Ini terkait
pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya. WHY: Ini
adalah tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, tujuannya apa dan
manaatnya apa.
- Prinsip HOW:How ini berbicara tentang
bagaimana, tips and trick, strategi, langkah-langkah, dan
sebagainya.
- Untuk 2 W yang lain, yaitu Where dan When bisa
tidak digunakan.
CONTOH. Tema: Santri dan Menulis
WHAT
- Santri dan keterampilan menulis.
- Keterampilan apa saja yang dibutuhkan
agar bisa menulis.
- Para ulama dan karya mereka dari masa lampau.
- dan seterusnya.
MENGAPA?
- Mengapa Santri Harus Menulis?
- Tujuan Menulis.
- Tantangan Mengapa Santri Harus Bisa Menulis.
- dan seterusnya.
HOW?
- Bagaimana cara menulis?
- Bagaimana membangun disiplin menulis?
- Tips and Tricks Menjadi Penulis.
- dan seterusnya.
BAGAIMANA MEMBUAT OUTLINE UNTUK BUKU FIKSI?
- Pertama: WHO? Siapa saja tokoh-tokohnya.
Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.Misalnya, ayah, ibu, teman, guru, dan sebagainya.
- Kedua: Karakter.
Gambarkan profil setiap tokoh dengan
sifatnya masing-masing.
- Ketiga: Plot atau Alur Cerita.
Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya. Terus ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.
CONTOH OUTLINE : Beliau memberikan contoh dari buku "Man Jadda Wajada"
Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup. Beliau gunakan konsep dasar 5W dan 1H.
- Diawali dengan prinsip WHY. Kalau terkait
motivasi, penjabaran tentang WHY bisa digambarkan sebagai berikut:
- Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
- Motivasi apa yang membuat orang tergerak
untuk berubah.
- Apa tujuan hidup seseorang?
- Mengapa orang harus berubah?
- Darimana perubahan itu bisa dimulai?
- Apa saja yang harus diubah?
- Setelah WHY, hal kedua yang terpikir adalah
WHAT.
Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah:
- Apa itu sukses?
- Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani
agar kita bisa sukses?
- Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
- Memahami bahwa sukses itu bisa kita
dapatkan.
- Setelah WHY, hal ketiga yang saya coba jabarkan
adalah HOW. Ini tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah, tips &
Trick, dan juga action.
Penjabarannya:
- Bagaimana bermimpi besar.
- Bagaimana membuat rencana (action plan).
- Bagaimana berani memulai.
- Menjadi kreatif.
- Membangun momentum berubah.
- Kapan harus memulai?
Nah, ketiga hal itulah yang akhirnya menjadi dasar outline buku "Man Jadda Wajada"
MASIH TENTANG OUTLINE
Buku lain yang ingin beliau bedah Daftar Isinya adalah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren". Target buku ini adalah para santri, umur SMP dan SMA. Karena itu, buku ini harus sederhana, ringan, bisa dibaca oleh pembaca dalam rentang umur tersebut, dan tetap bobot isinya tinggi.
Beliau mulai dengan cara yang sama; menguraikan WHAT, WHY, dan HOW.
- Apa itu sukses.
- Apakah bisa anak pesantren itu sukses?
- Kisah-kisah sukses alumni
pesantren.
- Sukses itu apa menurut pesantren?
- Bagaimana caranya agar kita sukses?
- Apa yang harus kita lakukan mulai dari
sekarang?
Dari poin-poin itu beliau jabarkan lebih detail lagi menjadi daftar isi yang cukup lengkap. Daftar isi ini lalu beliau tuliskan satu per satu, maka jadilah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren".
Buku ini menurut alhamdulillah sudah terjual lebih dari 25.000 eksemplar di seluruh Indonesia.
CONTOH OUTLINE BUKU UKTUB
Satu lagi, buku beliau yang beliau khususkan untuk panduan menulis buku, judulnya "UKTUB: Panduan Lengkap Menulis Buku dalam 180 Hari". Buku ini merupakan rangkuman best practices Akbar Zainudin sebagai penulis sekaligus motivator andal yang ingin ditularkan kepada semua peserta.
Rahasia Akbar Zainudin menjadi penulis sukses terangkum lengkap dalam buku ini. Semua pertanyaan dan keingintahuan tentang dunia penulisan, perbukuan, dan penerbitan dijawab secara lengkap dan jelas di buku ini. Jika Anda serius mempraktikkan isi buku ini, dijamin Anda akan menjadi penulis sukses hanya dalam 180 hari!
"Judul buku ini sangat tepat karena semangat Iqra’! (Bacalah!) sebaiknya diikuti dengan Uktub! (Tulislah!). Bacalah buku senior beliau di Gontor ini, untuk belajar kiat-kiat menulis, dari proses menangkap ide sampai menerbitkan buku yang bagus dan laris"
Ahmad Fuadi, Penulis Novel Best Seller Negeri 5 Menara"Para penulis adalah orang-orang terpilih yang memiliki visi jauh melampaui zamannya. Jika Anda ingin menjadi orang seperti itu, bacalah buku ini!"Ahmad Gaus, Dosen Bahasa dan Budaya Swiss German University
"Andai dari dulu buku ini sudah ada, mungkin perjalanan beliau menjadi penulis bisa lebih mudah. Uktub! Menulislah sekarang juga!"
Ollie, CMO & Co-Founder NulisBuku.com
"Cukuplah bagi seseorang membaca buku ini untuk mewujudkan keinginannya menjadi penulis buku atau memiliki penerbit buku".
M. Abdul Ghoffar, Pemilik Penerbit Al-Mahira
"Melalui bukunya ini, Akbar Zainudin menunjuk-kan bukti betapa menulis adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan"
Nashrulloh ZM Zarkasyi, Guru Bahasa Indonesia di Pondok Modern Gontor
Pak Akbar membagi buku UKTUB ini dalam beberapa bagian besar:
- Sikap Mental
- Motif Menulis
- Mencari Ide
- Apa yang Ditulis
- Bagaimana Menulis
- Mengenal Pembaca
- Mengenal Penerbit.
Dari poin-poin inilah beliau kembangkan menjadi daftar isi. Karena itulah, buku UKTUB ini lengkap sekali. Para peserta tinggal mengikuti satu demi satu langkah-langkah nya untuk menjadi penulis buku.
Beliau sarankan, highly recommended para peserta membeli, mempelajari dan mempraktikkan apa yang ada dalam buku ini. Biar lebih serius dalam belajar menulisnya.
Langkah Ketiga adalah Huruf J. Buatlah Jadwal penulisan.
Apabila daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai. Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.
CARA MEMBUAT JADWAL
- Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi
No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-
Keterangan
- Isi Nomer
- Isi Judul Artikel
- Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari)
Artikel akan Ditulis
- Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat
ini.
- Isi Keterangan dengan apakah sudah
selesai ditulis atau belum.
Langkah Keempat adalah Huruf T. Tuliskan.
Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.
Langkah kelima adalah Huruf R, adalah REVISI.
Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa.
- Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft
buku.
- Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang
direvisi?
- Data dan informasi yang kurang.
- Tata Bahasa
- Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga
akhir.
- Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang
menarik.
Langkah keenam adalah Huruf P adalah kirim ke penerbit.
Apa yang menjadi pertimbangan penerbit?
- Paling utama adalah bukunya laku atau tidak.
Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.Apakah pembaca butuh buku?
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh? Buku kita menjawab
kebutuhan apa? Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka
peluang diterbitkan semakin besar. Karena itu, sebagai penulis kita mesti
memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan
baca.
- Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku
kita dari buku sejenis. Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku
sejenis? Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang
akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
- Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang
akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku? Harus punya jawabannya.
Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun
Komunitas, Dan Sebagainya. Apakah perlu membayar kepada penerbit. Kita
tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI.
Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.
Bagaimana cara mengirim naskah?.
- Naskah harus sudah jadi.
- Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy
dalam bentuk CD atau Flash Disk
- Berapa lama? Kabar diterima atau tidak sekitar
3 bulan.
Contoh pembuatan jadwal penulisan buku.
CONTOH OUTLINE DAN JADWAL PENULISAN
BUKU “KETIKA SUKSES BERAWAL DARI PESANTREN”
NO |
Judul |
Lama Penulisan |
Target awal penulisan |
Target selesai penulisan |
1 |
Menjadi Santri dan Sukses |
1 Minggu |
9 Mei 2020 |
15 Mei 2020 |
2 |
Bersyukur atas Nikmat Allah |
1 Minggu |
16 Mei 2020 |
22 Mei 2020 |
3 |
Pesantren adalah Tempat Penggemblengan |
1 Minggu |
23 Mei 2020 |
29 Mei 2020 |
4 |
Ilmu Agama sebagai Benteng Kehidupan |
1 Minggu |
30 Mei 2020 |
5 Juni 2020 |
5 |
Disiplin, Kunci Sukses |
1 Minggu |
6 Juni 2020 |
12 Juni 2020 |
6 |
Tidak Betah? Coba Lagi |
1 Minggu |
13 Juni 2020 |
19 Juni 2020 |
7 |
Lawan Rasa Malasmu |
1 Minggu |
20 Juni 2020 |
26 Juni 2020 |
8 |
Hormati Guru-gurumu |
1 Minggu |
27 Juni 2020 |
3 Juli 2020 |
9 |
Berhenti Menyusahkan Orang Tua |
1 Minggu |
4 Juli 2020 |
10 Juli 2020 |
10 |
Rajut Impian Hebatmu |
1 Minggu |
11 Juli 2020 |
17 Juli 2020 |
11 |
Kerja Keras Menjadikan Impian Nyata |
1 Minggu |
18 Juli 2020 |
24 Juli 2020 |
12 |
Banyak Berdoa, Hindari Maksiat |
1 Minggu |
25 Juli 2020 |
31 Juli 2020 |
13 |
Suksesmu Bermula dari Sini. |
1 Minggu |
1 Agustus 2020 |
7 Agustus 2020 |
|
LAMA PENULISAN |
13 Minggu |
9 Mei 2020 |
7 Agustus 2020 |
Sesi tanya Jawab.
P.1 Assalamu'alaikum pak Akbar. Nama saya Adi dari Tangerang, Banten.
Pertanyaan : Apa konten utama ketika kita ingin menulis buku motivasi pak? Bagaimana tips and tricknya. Terima kasih pak.
JAWABAN:
Waalaikum salam. Terima kasih Pak Adi Tangerang. Bagus sekali pertanyaannya. Pak Akbar selalu memulai sebuah konsep tulisan dengan 3 hal yang saya sebutkan di atas, yaitu WHY, WHAT, dan HOW. Buku motivasi ini kan sangat luas, kita sempitkan temanya misalnya motivasi belajar.
Kita mulai dengan WHY?
- Mengapa belajar itu penting.
- Apa akibatnya kalau tidak belajar.
- Tujuan dan manfaat belajar.
WHAT
- Belajar itu apa sih?
- Macam-macam teori belajar.
- Dari mana kita belajar.
HOW:
- Bagaimana agar efektif belajar?
- Bagaimana mengelola waktu?
- Bagaimana cara meringkas pelajaran?
- Bagaimana menghilangkan rasa malas?
- Bagaimana tips menghadapi ujian?
Dengan 3 konsep tadi, kita sudah punya kerangka tulisan. Buatlah kerangka tulisan kalau satu buku sekitar 20-30 judul. Setelah itu dibuat jadwalnya, dan mulailah menulis.
P 2 Nurhidayati dari Tegal Jawa Tengah :
Pertanyaan : 1. Mematuhi Jadwal. Kiat nya apa mas mematuhi jadwal biar bisa sukses sesuai jadwal yang disusun?
2. Mas Akbar sudah banyak pengalaman mengadakan pelatihan yang outputnya peserta membuat buku. Bisa sedikit di jelaskan penerbit mana saja yg recomended utk penulis pemula ? Apa harus ada orang yg dijadikan referensi dulu..... biar kita dikenal penerbit ?
JAWABAN :Terima kasih banyak ibu Nurhidayati dari Tegal Jawa Tengah
Terkadang sukses itu memang harus dipaksa. Kalau kita tidak pernah memaksa diri kita, rasanya sulit kita akan berhasil. Menulis itu sebenarnya terdiri dari dua sisi; MENTAL dan KETERAMPILAN. Antara MAU dengan MAMPU. Pengalaman saya berinteraksi dengan banyak penulis, masalah MENTAL ini jauh lebih penting. Kalau orang MAU berjuang, akan lebih cepat tulisannya selesai walaupun secara kemampuan biasa-biasa saja. Sebaliknya, kalau sudah tidak mau atau malas-malasan, walaupun sebenarnya kualitas tulisannya baik, akan sulit untuk cepat selesai.
Kuncinya cuma satu: PAKSA DIRI untuk SUKSES. Agar bisa memaksa diri, selain target di depan, harus ada motivasi besar mengapa buku harus selesai.
Bisa buat angka kredit, bisa buat branding personal, dan sebagainya. Kalau keinginan kuat, maka akan lebih mudah memaksa diri. Dan, buatlah waktu khusus untuk menulis SETIAP HARI. Misalnya pagi, siang, atau malam. Cukup 15-30 menit. SETIAP HARI. Misalnya sebelum subuh, setelah subuh, sore hari sebelum pulang, atau malam hari sebelum tidur. Kalau sudah dijadwalkan menulis setiap hari, maka kita akan otomatis DIPAKSA menulis. InsyaAllah jadwal akan bisa kita penuhi.
Pertanyaan 2; Penerbit Mana?
Banyak penerbit. Di sini ada Pak Agus penerbit Andi.
Beliau memohon maaf karena dulu bukunya memang ingin diterbitkan Gramedia. Jadi, beliau pede aja ketika dikirimkan ke sana. Beliau coba petakan siapa yang mau membaca dan mau membeli bukunya, lalu coba diajukan. Alhamdulillah diterima. Kuncinya percaya diri saja.
Kalau memang hanya untuk kepentingan angka kredit, sekarang ini banyak penerbit yang bisa membantu dengan penerbitan terbatas sesuai kebutuhan (printing on demand), dan mendaftarkan ISBN-nya. Pokoknya, percaya diri saja.
Beliau list di bukunya UKTUB ada sekitar 150an penerbit Anggota IKAPI. Silakan nanti dilihat di buku UKTUB.
Pertanyaan ke 3 . Assalamualaikum wr. Wb. Saya Ahmad Mohon ijin Bertanya bagaimana cara menulis biar kalimt per kalimat biar enak di baca dan nyambung. Serta bagaimana cara mengembangkan sebuah kalimat menjadi paragraf? Terima kasih.
Terima kasih Pak Ahmad yang baik hatinya.
Sebenarnya tidak ada yang pemula atau newbie banget dalam menulis. Karena Bapak Ibu sudah banyak menulis selama ini. Menulis RPP, menulis laporan, tugas-tugas, skripsi, dan sebagainya. Itu semua bekal yang sangat baik.
Dulu, mengapa bisa ya, menulis tugas dan skripsi?
- Satu, karena dipaksa.
- Kedua, karena memaksa diri.
Sekarang apakah bisa diterapkan hal yang sama? TENTU BISA. Bagaimana memulai sebuah kalimat? Trik yang sangat sederhana yaitu:
- Pikirkanlah sebuah kata, apa saja. Misalnya:
zaman.
- Dari kata tersebut, buatlah sebuah
kalimat. Misalnya: Zaman sekarang ini saatnya para guru berubah.
- Jadilah sebuah kalimat. Sekarang pikirkan
kata berikutnya, misalnya: Mengapa.
- Buatlah menjadi kalimat berikutnya. Contoh:
Mengapa harus berubah, karena zaman juga berubah.
- Begitu seterusnya sampai satu paragraf
selesai. Satu paragraf selesai, disambung dengan paragraf
berikutnya.
Pada
awalnya, memang tidak langsung berjalan cepat. Lama kelamaan, nanti kita akan
terbiasa seperti itu. Kualitas menulis kita akan terus bertambah jika kita
mendisiplinkan diri untuk menulis. Yang penting itu bukan hanya tahu cara
menulis, tetapi praktiknya.
PRAKTIK.
PRAKTIK. PRAKTIK. Itulah kuncinya. Kalimat dan paragraf yang baik dan enak
dibaca adalah masalah jam terbang. Jam terbang itu artinya banyak
berlatih.
Mudah-mudahan
menjawab Pak Ahmad.
Pertanyaan ke 4 ialah Assalamu'alaikum Pak Akbar. Saya Endartiningtyas Sulistiyo dari Rembang, Jawa Tengah.
1.Mohon penjelasan lebih lanjut tentang gaya tulisan. Apakah yang Bapak maksudkan dengan " disamakan dari awal hingga akhir.
2. Saya merasa lebih mudah menulis sebuah novel daripada sebuah buku nonfiksi. Namun, saya sangat ingin dapat menulis buku nonfiksi semudah menulis novel. Mohon tips dari Bapak agar keinginan saya itu dapat terwujud.
Terima kasih ibu Endartiningtyas yang baik hatinya.
1. Ini tentang audiens atau pembaca. Kalau pembaca kita remaja, maka gaya penulisan kita dari awal hingga akhir untuk remaja. Kalau pembaca kita orang tua, maka gaya penulisan kita juga untuk orang tua. Tentukan siapa pembaca kita, dan konsisten menulis dengan gaya mereka. Karena menulis itu bagi beliau seperti sedang "ngobrol" dengan pembaca. Mengobrol-lah sesuai dengan bahasa mereka.
2. Setiap orang biasanya memiliki kecenderungan tertentu, apakah menulis buku fiksi atau nonfiksi. Menulis itu memang tentang kenyamanan. Kalau terbiasa menulis fiksi, butuh sedikit adaptasi. Bisakah? Pasti bisa.
Kalau buku nonfiksi lebih mudah untuk dibuatkan kerangkanya. Kerangka bisa dibuat dengan prinsip WHY, WHAT dan HOW seperti di atas yang sudah dijelaskan.
Kalau buku nonfiksi, kita bercerita tentang apa masalahnya, mengapa terjadi, dan bagaimana cara penyelesaiannya. Biasanya bersifat langsung. Kalau buku fiksi kan kita berbicara penyelesaian masalah melalui cerita, kalau nonfiksi kita langsung mengungkapkan pemecahan masalahnya secara langsung. Mohon dicoba dengan membuat kerangka tulisan, setelah itu menulis berdasarkan kerangka tersebut. Terima kasih.…
Pertanyaan ke 5 ialah Yohana dari NTT mohon izin bertanya.. dalam menulis judul dalam satu buku ada 20- 30 judul apakah judul - judul itu harus saling berhubungan ?
Terima kasih ibu Yohana yang baik hatinya.
Buku itu ada yang memuat satu pemikiran lengkap ada juga yang memuat bunga rampai pemikiran dari berbagai aspek. Kalau memuat satu pemikiran lengkap, judul-judul dalam sebuah buku harus saling berhubungan dan membangun satu pemikiran lengkap. Kalau berbentuk bunga rampai, tulisan bisa tentang apa saja.
Ada lagi satu buku antologi tulisan bersama. Ini ditulis bersama-sama oleh beberapa orang. Pak Akbar lebih sering menulis satu pemikiran lengkap dalam satu buku. Karena itu beliau buat dulu outline atau daftar isinya secara lengkap agar saling berhubungan. Barulah menulis berdasarkan daftar isi yang sudah dibuat. Jadi menulis setiap hari bukan tulisan acak, tetapi tulisan yang memang sudah buatkan daftar isinya untuk menjadi buku.
Pertanyaan ke 6 ialah Sri Mulianah Parepare :Assalamualaikum, mohon ijin bertanya. Bagaimana menjaga ritme menulis supaya bisa tetap konsisten selesai tepat waktu. Bila kita juga sedang menulis yang lain secara bersamaan seperti artikel jurnal, laporan, dst.
TERIMA KASIH ibu Sri Mulianah yang baik hatinya.
RITME menulis itu dijaga dengan beberapa hal:
- Target; kapan buku kita selesai.
- Jadwal: berapa lama setiap tulisan akan
selesai.
- Jadwal menulis harian. Setiap hari, kapan
jadwal menulis kita lakukan.
Kita punya waktu satu minggu. Kalau kita bisa menyiapkan jadwal 1 jam untuk menulis setiap hari, maka itu sudah waktu yang cukup untuk kita bisa menulis banyak hal.
Contoh:
- Senin: Laporan
- Selasa: Laporan
- Rabu: Artikel Lepas
- Kamis: Artikel Lepas
- Jum'at: Artikel Buku
- Sabtu: Artikel Buku
Kalau laporan bisa juga diselesaikan pada saat jam kerja. Maka dalam satu minggu kita punya 3 hari untuk menulis artikel lepas dan 4 hari untuk menulis artikel buku. Ini masalah kemauan. Menulis itu memang butuh perjuangan dan kerja keras. Kalau sudah terbiasa seperti itu, Insya Allah akan jauh lebih mudah kita mengatur waktunya. Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaannya. Terima kasih.
Pertanyaan 7 ialah Wiwi Purnawati dari SMKN 1 TONJONG
- Bagaimana memastikan outline yang kita
buat sudah baik
- Bagaimana jika outline yang kita buat
seakan meloncat loncat keterkaitan antar tema nya?
JAWABAN
1. Kalau kita ingin mengecek apakah outline yang sudah kita buat itu baik atau belum:
- Diskusikan dengan rekan-rekan, berikan
mereka gambaran outlinenya, dan minta pendapat mereka.
- Diskusikan dengan calon pembaca kalau
kita mau menulis satu buku dengan tema dan kerangka seperti ini apakah
mereka mau membaca dan yang lebih penting mau membeli atau tidak.
- Coba lihat beberapa buku sejenis. Bagaimana
para penulis itu membuat outline.
2. Kalau meloncat-loncat, ya disuruh diam anaknya. Hehehe..
Itulah pentingnya outline. Kita punya gambaran besar buku kita akan menjadi apa. Kita tahu outline kita meloncat-loncat karena sudah kita buat terlebih dahulu.
Ada draft awal outline. Setelah itu kita lihat lagi apakah sudah kita rasa baik atau belum.Lalu kita diskusikan dengan beberapa teman kita, kalau menulis seperti ini bagaimana. Apa yang perlu ditambahkan. Jadi ada cek dan ricek dari kita sendiri, dan akan baik sekali kalau ada juga hasil review dan tambahan dari rekan-rekan. Demikian, terima kasih ibu Wiwi. Semoga outlinenya tidak meloncat-loncat lagi setelah ini
Pertanyaan ke 8 Nama : Indrakeren Asal : Ciledug, Tangerang
Assalamulalaikum Mas Akbar Seru sekali materi malam ini,
- Apa yang Memotivasi Mas Akbah hingga bisa
terus produktif menulis ?
- Apa hambatan yang Mas Akbar alami dalam
menulis ?
- Bagaimana (solusi) Mas Akbar untuk
memecahkan hambatan tersebut?
Terima kasih Pak Indrakeren yang memang keren.
1.Motivasi saya? Saya ingin minimal seperti HAMKA; bisa menulis 100 buku dalam hidup saya. Masih panjang perjuangan saya, baru 13 buku yang saya tulis. Kalau saya tahu masih panjang perjuangan saya, maka saya tidak punya waktu untuk bermalas-malasan.
2. Hambatan terbesar seorang penulis itu bukan dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Melawan rasa malas, melawan rasa "tidak pede", melawan kekhawatiran, melawan "menunda menulis".
Yang menyebabkan buku kita tidak selesai biasanya bukan karena orang lain, tetapi karena diri sendiri. Seandainya saja kita mau berjuang lebih keras, sebenarnya buku kita sebenarnya sudah terbit, terbit jauh lebih banyak dibandingkan sekarang.
3. Solusinya? Lihatlah anak-anak. Buku beliau itu menghidupi kuliah mereka, menafkahi mereka sehari-hari. Senang sekali kalau mendapatkan email atau WA dari pembaca; "Terima kasih mas Akbar, habis membaca buku mas Akbar, beliau langsung tergerak untuk berubah", "Seakan-akan beliau tertampar karena selama ini terlalu banyak mengeluhkan diri sendiri", "Pak Akbar tergerak untuk langsung membuat outline dan memaksa diri untuk menulis buku setelah membaca UKTUB karya mas Akbar".
Apa lagi di dunia ini yang lebih menyenangkan dibandingkan memberi manfaat buat orang banyak? Salah satu hal yang paling membahagiakan kita sebagai penulis adalah saat pembaca merasakan manfaat dari buku yang kita tuliskan. Jadi, terus menulis agar kita lebih banyak bermanfaat.
Pertanyaan ke 9 ialah Nurhabubah dari Riau mohon izin bertanya. Bagaimana membuat judul yang menarik. Makasih
Terima kasih Ibu Nurhabubah Kalau saya membuat judul:
- Kalimatnya pendek, jangan terlalu
panjang.
- Cari kata yang paling menunjukkan emosi
dengan pembaca.
- Semakin provokatif, semakin baik karena
membuat pembaca penasaran dan ingin membaca tulisan kita. Misalnya,
kita mau membuat judul tentang malas.
Judul 1: Agar Kita Tidak Malas
Beliau lebih suka: "Malasmu Menghancurkanmu", Demikian, terima kasih.
Pertanyaan ke 10 Assalamu'alaikum... Saya Lilis dari Majalengka mohon ijin bertanya. Mohon pencerahan bgmn membuat buku dari kumpulan resume dengan tema materi berbeda-beda. Terima kasih
JAWABAN : Buku apapun yang kita tulis, hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat kerangka tulisan atau outline. Misalnya, kalau resumenya tentang menulis, maka kita buat kerangka bukunya. Nah, setelah itu kita tuliskan. Nanti tulisannya jangan hanya asal resume saja, atau memindahkan materi yang sudah diberikan ke buku. Mesti ada penambahan dari pemikiran kita, sehingga menjadi satu tulisan yang lengkap.
Misalnya: Materi malam ini: Langkah-Langkah Menulis Buku.
Beliau punya beberapa langkah. Nah, setiap langkah itu diberikan penjelasan lebih detail, kalau perlu dituliskan contoh-contohnya sehingga bisa leb ih jelas.
Pesan terakhir
Dimulai dari malam ini. Niatkan
dan bangun komitmen bahwa kita akan memulai menulis. Agar diri kita lebih
bermanfaat bagi diri kita, keluarga, anak didik, dan masyarakat secara luas.
Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Semakin kita bisa mengalahkan
diri kita, semakin cepat kita bisa menulis. Hilangkan semua kekhawatiran karena
biasanya ada dalam pikiran. Kalau kita sudah melangkah, semua ketakutan dan
kekhawatiran itu akan hilang. Semuanya sekarang kembali kepada diri kita.
Apakah kita ingin membuat perubahan dalam hidup kita atau kita membiarkan waktu
terus berjalan dan mengalahkan kita. Saatnya kita tidak hanya membaca
kesuksesan orang lain, saatnya menuliskan sejarah kesuksesan kita
sendiri."