Rabu, 16 September 2020

MILIKILAH SEMANGAT MENULIS

Materi malam ini : Inspirasi menulis buku.

Nara sumber: Eva

Moderator : Mr. Bams.

Peresume : Yohana M.A.Bana.

 

 Nara sumber malam ini adalah ibu Eva sekota  dengan saya yakni di Kota  Kupang dan bahkan kami berdua berada di gelombang 7 tetapi saya ketinggalan kapal dan tidak bisa mengarungi lautan yang gelombangnya terlalu tinggi apalagi saat itu  mertuaku sakit dan saya harus fokus untuk mendoakannya dan merawatnya dan banyak tugas pekerjaan yang saya harus kerjakan yang  menyita banyak waktuku.

Pada mulanya.

Awalnya  Bu Eva ikut bergabung dan menimba ilmu mengikuti setiap rangkaian materi yang di sajikan dala forum belajar menulis gelombang 7 di bulan Maret bertepatan dengan pandemik dimana rasanya membuat kita membuang waktu dan bingung harus berbuat apa karena mendadak PJJ.Akhirnya pandemik ini membawa berkah peningkatan kompetensi menulis baginya dengan bergabung digroup menulis Om Jay. Setiap hari kami menulis 3 paragraf.

Pemaparan materi.

Pertama dari ide-ide yang dilemparkan Om Jay ke group menulis gelobang 7. Awalnya Bu Eva berpikir Om Jay mengajak kita menulis dengan tema-tema seperti kucing, siomay,anak bayi, pokoknya apa saja yang dilemparkan Om Jay di group kita diharapkan bisa merangkai katahigga minimal tiga paragraf. Dan hari demi hari makin bertambah pengalaman, hadirnya narasumber-narasumber yang luar biasa menginspirasi, membuat semangat untuk menulis semakin besar, dari yang hanya menulis minimal tiga paragraf,pentigraf,hingga menuangkan resume materi dalam tulisan di blog,setiap peserta wajib membuat resume dan memposting di blog. Pengalaman yang luar biasa menghantarkan saya bisa melahirkan sebuah buku pertama.Malam itu kami menerima materi menulis dari Prof Eko    Bu dan temannya di group 7 mengikuti materi dengan seksama demi sebuah resume.demikian tuntutannya seperti itu.Setelah mereka menerima materi seperti itu dari Prof Eko,beliau mengajak sekaligus menantang mreka untuk berkolaborasi menulis bersama Prof Eko dalam jangka waktu satu minggu.Malam itu kami belummengiayakan dalam hati  berpikir ini tantangan gilaa..mana mungkin ibu Eva adalah pemula bisa menulis dalam jangka waktu satu minggu ningga siang hari Om Jay melemparkan sederetan tema yang  ditawarkan oleh Prof Eko dan mereka diminta jika bersedia silahkan copy paste dan tuliskan nomer hp. Ibu Evamembaca semua tema yang ditawarkan semuanya IT meski beliau adalah guru TIK rasanya belum memiliki potensi untuk menuliskan konsep-konsep tema seperti  yang ditawarkan oleh Prof Eko. Dan untuk menjawab tantangan itu dan mau membuktikan dirinya bisa menulis buku maka ia memberanikan diri menuliskannama dan nomer HP hingga digabungkan dalam group menulis Prof Eko dan tergabunglah 21 orang yang bersedia.  Hari pertama menyodorkan main map  tentang buku yang ia akan tulis. Main map ini didapatkan dari belajar menulis bersama nara sumber Akbar Zainudin penulis buku Man Jadda Wa Jadda. Dari main map ini dituangkan kedalam outline yang hari itu juga disetujui oleh Prof.Eko jawaban Prof Eko itu VERY GOOD,Prof meminta untuk mengirim daftar isi.  Mulai bersemangat tetapi bingung sendiri. Petualanganpun dimulai Bu Eva membuka sejumlah referensi dan salah satunya ialah buku UKTUB panduan lengkap menulis buku dalam 180 hari dan referensi buku yang ditulis Om Jay. Bu Eva belajar tahap membuat daftar isi yang dikembangkan dari main map.hari kedua langsung menyerahkan outline dan daftar isi dan cover bukunya langsung diberikan oleh Prof .Eko. hari ketiga sampai kelima dilewati dengan benar-benar fokus mereka berada dalam kegilaan menulis.Bu eva benar-benar fokus pada menulis hingga lupa semuanya dan yang diingat hanyalah menulis.Ia selalu berdoa memohon kesehatan dan kemudahan darinya. Dari 21 orang yang tergabung hanya 11 orang yang menjawab tantangan itu. Kemudian tanggal 23 Mei 2020 tibalah waktunya mereka mendengar hasil evaluasi dan pengumuman yang lolos untuk diterbitkan di penerbit Andi.9 orang yang menulis berhasil diterima tanpa direvisi.

Sesuai tema malam ini adalah Inspirasi menulis buku.sebagai sahabat rumah belajar memberinya inspirasi untuk menulistentang kelas maya rumah belajar. Pengalaman sebagi instruktur kurikulum 2013. Menginspirasinya menulis tentang Optimalisasi model-model pembelajaran Inovatif.dan ia sementara menulis tentang “Belajar Merdeka dan Merdeka Belajar. Ketika kita menulis dengan niat berbagi akan adajalan terbuka dan mempertemukan kita dengan orang-orang hebat yang luar biasa,menginspirasi dan selalu berbagi.

Dan ada satu prinsipyang ibu Eva pegang saat ini adalah semakin dibagi semakin tak terbatas. Semakin kita punya niat untuk berbagi semakin ada ide-ide yang muncul dalam pikiran dan hati kita. Setelah buku pertama terbit semakin memotivasinya untuk menghasilkan karya-karya yang lain. Setelah semua tulisan dirampung menjadi satu buku maka kata pengantar diminta dari Om Jay.

Kata Motifasi dari Bu Eva.

Hilangkan keraguan yang ada,hargai potensi kita sebgai makluk ciptaan Allah yang sempurna dan memilki bakat masing-masing.Yakinlah dalam diri batu hambatan yang ada harus bisa kita pecahkan.

Pesan Prof. Eko untuk bu Eva adalah “cita-cita itu harus dikejar seperti laskar pelangi”  

Kata Penutup

Kata penutup dari Bu Eva adalah “Semangat” kekuatan inilah yang akan menggerakan kita, membuat kita bisa mengolah pikir,rasa.karsa dan raga menjadi tenaga yang akan menggerakan dari dalam untuk kita bisa berada dalam kegilaan menulis. Dan bu Evasudah membuktikannya, ketika semangat itu menyala  dengan baik semua halangan rintangan terlewati dengan baik. Selalu yakin Allah melihat kesungguhan kita dan Allah akan membuka simpul-simpul ide dalam diri kita dan kita ikuti alurya biarkan dia larut dalam kegilaan menulis. Jangan kita membendung tetapi kita biarkan ide itu mengalir dengan lancar tanpa hambatan. Mulailahlah sekarang, pecahkan batu penghalang, jadikan allah penolong kita, semangat itu pasti akan terjaga hingga satu buku rampung.Bergerakalh menulis, maka pergerakan itu akan menghentar kita pada satu tujuan.

SUKA DUKA HIDUP DITENGAH PANDEMI

SUKA DUKA HIDUP DI TENGAH COVID

a.   Awal mula menghadapi Virus.

Di Indonesia setiap harinya penderita covid semakin meningkat. Tragedi  ini benar-benar membuat setiap orang merasa tergoncang, Hal ini merupakan suatu ancaman besar bagi masyarakat Indonesia, keluarga dan masing-masig pribadi. Banyak orang yang di PHK dan kehilangan pekerjaan  . Kita  tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan seperti ini. Seandainya negara  kita sudah tahu atau menduga bahwa akan mucul virus seperti ini, maka pastilah negara sudah mempersiapkan masyarakatnya lebih awal untuk menghadapinya. Selama ini sudah ada seruan bahkan sosialisasi untuk meningkatkan kompetensi dan  mempersiapkan diri menghadapi ketrampilan mengajar  abad 21. Tetapi semua hanya sebatas mengikuti pelatihan. Dan pelatihan itu juga tidak membawa manfaat.  Saat itu juga guru dituntut untuk mengajar menggunakan IT. Untuk menggunakan IT juga hanya dilakukan oleh segelintir orang saja. atau para guru TIK karena pada umumya banyak guru yang belum bisa mengajar menggunakan LCD.  Dengan adanya virus ini membuat seluruh jagad raya ini mengalami perubahan total. Perubahan  di berbagai segi tatanan kehidupan manusia. Para ahli memprediksi kapan berakhirnya  virus ini namun para ahli tidak dapat memastikan  sampai kapan virus ini berakhir. Para medispun belum menemukan vaksin atau obat untuk menyembuhkan penderita covid. . Berbagai kebijakan   dibuat  oleh Pemerintah  untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid 19.

Pertama-tama melakukan isolasi pemisahan orang yang menderita covid dengan yang tidak terinfeksi, social distancing (pembatasan jarak sosial ) karantina wilayah ( lokdown) oleh berbagai Negara. Dan  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuat kebijakan Pembatasan Wilayah Berskala Besar ( PSBB) .Kemudian mengatur tentang adanya perintah  stay at home ( berdiaam di rumah)  Presiden membuat kebijakan untuk bekerja dari rumah (work From Home/WFH) beribadah dari rumah dan  belajar dari dirumah. ( Learning From Home /LFH)  Selanjutnya perlu menjaga kebersihan,menggunakan masker secara benar ,mencuci tangan , jaga jarak, dan menghindari  kerumunan. Tetap menjaga imun tubuh, makan makanan yang bergizi,isterahat yang cukup agar tidak gampang terinfeksi.

b.       Hadapi Covid dalam keluarga masa pandemi.

Dalam kondisi penyebaran covid maka pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan, tetapi pembelajaran berlangsung di rumah. Selama ini  pendidikan informal, di lakukan  dirumah. Pendidik yang pertama dan utama adalah orang tua yakni ayah dan ibu. Sedangkan pendidikan formal berlangsung di sekolah. Dengan adanya pandemi covid 19  pendidikan informal dan formal berlangsung dirumah. Maka orangtua berperan ganda.

 Orang tua berkewajiban memberikan didikan, asuhan, arahan dan bimbingan kepada anaknya. Pendidikan yang diberikan  kepada anak sebagaimana yang dikatakan oleh Ulwan (1981) adalah pendidikan keimanan, pendidikan aklak moral,pendidikan intelekual,pendidikan jasmani, pendidikan sosial, dan kepribadian,dan pendidikan seksualitas. Hal ini merupakan tanggung jawab orangtua sebagai guru bagi anak-anak.

Sejak libur hari pertama sampai pada hari ke-14, orang tua masih melaksanakan kegiatanya dengan sabar dan penuh pengertian dalam minggu pertama. Tetapi memasuki minggu kedua sudah merasakan beban yang sangat berat dalam keluarga. Mulai muncul pengeluhan tentang kebutuhan dalam rumah tangga. Orang tua mulai merasakan beban yang sangat berat. Anak-anak juga sudah bosan tinggal di rumah, anak-anak mulai merindukan gurunya karena mamanya bukan guru. Mereka juga merindukan teman-teman agar bisa bertanya dan saling mendorong dalam belajar. Mereka menuntut untuk segera masuk sekolah karena tidak mengerti tugas yang diberikan oleh guru. Dan orang tua tidak sanggup memberikan penjelasan yang benar. Setelah 14 hari libur namun virus ini semakin meningkat, maka Menteri mengunumkan agar libur diperpanjang sampai tahun pelajaran baru. Maka kami kembali melanjutkan bekerja dari rumah yakni saya  selalu mengajar dari  teras rumah kami. Dan kami beribadah dari rumah secara online melalui  Youtube atau radio. Serta 3 orang anak  putri yang masih SD mempergunakn teras rumah untuk belajar. 6 orang anak-anak laki-laki belajar disalah satu ruangan dekat wifi. 

c.       Aksi peduli covid.

Di mana-mana timbul pegeluhan, akhirnya aksi nyata mulai digerakan,bantuan-bantuan mulai dikumpulkan dari kantor, sekolah, Pramuka, kelurahan dan RT  bahkan pemerintah mulai melakukan aksi peduli covid. Setelah mengalir bantuan dari pemerintah maka orang mulai tenang dan hidup stabil ditengah covid. 

d.      . Kegiatanku sehari - hari.

Kegiatan sehari-hari yang dilakukan pada masa pandemi adalah bervariasi. Karena bekerja dari rumah segala pekerjaan di kerjakan semua. Setiap hari  saya  mempersiapkan makan  untuk  kami semuanya. Anak-anakku semuanya bejumlah sembilan orang, jadi kami berjumlah 11 orang. Setelah semua menikmati makan pagi  saya mengajar  melalui WA namun siswa-siswa ingin melihat wajah saya maka atas bantuan anakku kami membuat video pembelajaran. Video ini saya persiapkan lebih awal sehingga tiba jadwalku saya hanya mengirimnya kepada anak-anak. Jujur saja selama ini tidak pernah membuat video pembelajaran . Tetapi karena terpaksa dalam keadaan yang amat susah saya harus membuat video karena anak-anak sudah rindu untuk mengajar secara tatap muka.Setelah membuat persiapan mengajar saya mendampingi mereka dalam belajar. Setelah belajar kami menanam sayur, karena selama covid tidak pergi ke pasar. Setelah masa New Normal kami tetap menanam sayur karena sudah terbiasa menanam sayur. Kegiatan  itu amat menyenangkan bagi kami. Ternyata covid membawa keberuntungan,  kami bisa menikmati makan sayur yang tidak memakai pupuk pabrik tetapi pupuk hewan yang diambil dari kambing kami sendiri. Saya juga mengikuti kegiatan webinar-webinar

Mengajar menggunakan WA  siswa yang tidak mengerti mereka bertanya seperti gambar yang ada anak panah dibawah ini:

.

Walaupun belum pernah membuat video pembelajaran tetapi berusaha untuk membuat pelajaran atas bimbingan  Ega  Leobisa  anakku no.2, yang adalah siswa SMA Negeri 2 Kupang.


Setelah selesai mengajar dan tidak ada kegiatan lagi maka kami menanam sayur.



Beribadah dari rumah secara online melalui youtube atau radio.

e.   Mendampingi anak belajar.

Mendampingi anak dalam belajar merupakan pekerjaan yang paling merepotkan bagi saya. Karena jumlah anak yang banyak. Anak kandung dua orang ditambah anak angkat tujuh  orang.  Tiga anak di SD, dua anak di SMP, dua anak SMA, satu anak di Perguruan Tinggi, dan satu anak tamatan Sarjana Biologi. Setelah membereskan pekerjaan rumah saya mendampingi mereka dalam belajar. Yang paling merepotkan adalah  3 orang anak  SD. Mereka yang ada di SD sudah ada kesepakatan  bersama para guru dalam rapat bahwa sebagian besar siswa tidak punya HP jadi orang tua pergi ambil tugas disekolah dan setelah anak mengerjakannya orang tua antar kembali kesekolah. Dua anak SMP, saya hanya mengingatkan mereka untuk belajar. Karena saya ada dalam group merekadi sekolah dan tahu bagaimana perkembangan mereka dalam belajar. Sedangkan dua anak SMA, mereka berdua belajar mandiri dan  saya hanya mencek mereka dalam mengerjakan tugas. Saya tidak bisa mengajar atau menerangkan mereka karena saya belum menguasai mata pelajaran yang lain. Dari sembilan orang ini semuanya sudah memilik HP kecuali 2 anak SD yang masih kelas V. Karena ketika mereka belajar mereka selalu bermain Game   dan tidak mengerjakan tugas.Maka saya belum meberikan HP bagi mereka. Tetapi mereka berdua sudah meminta saya untuk beli HP. Dan pasti saya akan berikan karena mereka adalah anak-anak generasi Z yang harus belajar menggunakan HP. Sedangkan anak yang kuliah belajar mandiri.

f.       Kendala yang dihadapi.

Ada sejumlah kendala yang dihadapi, dimana harus punya akses internet yang memadai, punya HP android yang ram besar. Covid yang hadir secara mendadak membuat semua orang harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya.  Karena mendadak, jadi materi - materi pembelajaran yang ada selama ini harus diubah menjadi format daring. Dari RPP satu lembar perlu direvisi atau diperbaharui menjadi  RPP daring.

Dari membuat format daring memberikan tugas kepada peserta didik, ternyata transfer ilmu pengetahuan juga kurang memadai,atau kurang maksimal dibandigkan dengan bertemu secara langsung. Terlebih bidang studi-bidang studi yang sebagian besar materinya harus dipraktekan. Banyak guru yang mengeluh karena sebagian besar siswa tidak mengerjakan tugas secara tuntas kebanyakan kakak atau orang lain yag mengerjakan. Kehadiran covid merupakan satu ujian terbesar untuk menguji sejauh mana ketahanan IT kita dalam menghadapinya. Dulu pembelajaran TIK yang dipandang sebelah mata sekarang menjadi perioritas utama tanpa TIK  orang tidak bisa bekerja secara maksimal.. Seandainya kita tahu bahwa akan hadir covid maka tentunya kita mempersiapkan diri bahkan anak-anak kita sudah mendapat pelajaran TIK  dari  sekolah dasar.

Kesimpulan Akhir.

Akhirnya dengan adanya pelaksanaan  pembelajaran jarak jauh ini maka setelah guru-guru, siswa dan orang tua bekerja sama untuk belajar maka ada berbagai keuntungan yang didapatkan dari pembelajaran daring.

a.Menguntungkan  bagi guru-guru.

1.      Guru-guru setelah belajar dan mahir menggunakan media pembelajaran daring maka mereka dapat mengajar satu hari bisa 4-5 kelas bahkan ada yang melebihi itu. Karena program pembelajaran sudah ada,dikirim  kepada siswa dan cek tugas kembali. Ada anak yang memori HP 2 ram saja maka tidak bisa memuat tugas yang begitu banyak  mereka mengantarnya di sekolah. Sedangkan ada yang langsung mengirimnya lewat ClassRoom.

2.      Pembelajaran daring bisa dilakukan dimana saja, sehingga guru bisa mempunyai waktu luang untuk belajar dan juga bekerjadi rumah, mengurus pekerjaan rumah.

3.      Guru-guru tidak mengajar dengan berada di dalam kelas dan tidak berhadapan langsung dengan anak-anak yang suka membuat kasus dan guru harus menyelesaikan persoalan singkatnya tidak emosi.

4.      Guru tidak selamanya mengajar dengan menguras tenaga, bersuara di kelas dan juga mersa lelah karena jam isterahat hanya 15 menit saja.

b.Menguntungkan bagi orangtua: 

1.      Karena pembelajaran tatap muka ditiadakan jadi siswa belajar dari rumah orangtua tidak capai antar jemput.

2.      Orang tua dapat mengontrol langsung anaknya dan dapat mengetahui kemampuan anaknya dalam mengerjakan tugas.

3.      Orang tua dapat mengawasi langsung anaknya dari rumah.

4.      Uang jajan sudah tidak diberikan maka dapat menghemat ekonomi rumah tangga.

c.Menguntungkan bagi siswa.

1.      Siswa sangat senang belajar di rumah karena di rumah ada wifi  atau akses internet sehingga dengan leluasa mengerjakan PR.

2.      Siswa memiliki waktu untuk belajar lebih

3.      Ada banyak tugas yang tidak dimengerti bisa bertanya kepada temannya dan juga klik di google..

4.      Siswa memliliki banyak waktu mengerjakan hobbynya.

Inilah beberapa keuntungan pembelajaran daring. Dengan demikian jika pembelajaran ini dipersiapkan secara terencana,teratur dan sistematis maka akan sagat memudahkan bagi  guru,siswa dan orang tua dalam melaksanakannya.

Saran.

Selanjutnya disarankan kepada orangtua, siswa dan guru untuk tetap semangat.  Bekerja sama agar tercipta suasana belajar  yang nyaman, sehingga  tercapai pembelajaran yang mmaksimal dengan tidak merugikan siapapun. Disarankan agar pembelajaran TIK harus dimulai sejak awal ykni dari Sekoalh Dasar.

 

 

 

 

 

 


Minggu, 13 September 2020

METODE MENERBITKAN BUKU


  

Materi             :  Menulis dan menerbitkan buku.

Narasumber    :   Pak Yulius Roma

Moderator       :  Ibu Sri Sugiastuti

Peresume        :   Yohana M.A.Bana.

 

Nama Lengkap : Yulius Roma Patandean,S.Pd. Mengajar Bahasa Inggris di UPTN SMAN5 Tana Toraja.sejak tahun 2015 hingga sekarang.Para siswa dan rekan-rekan guru akrab menyapanya pak Roma.Mungkin karena mudah dingat banyak istiah Roma.

Selain sebagai guru sering pula beliau diundang untuk menjadi juri pada lomba-lomba debat bahasa Inggris tingkat SMA dan lomba Story Telling tigkat SMPdi Kabupaten Tana Toraja.Pernah menjadi dosen tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja. Sebagai tutor di Universitas terbuka dan sebagai fasilitator belajar di yayasan trampil Indonesia.

Saat ini ia diberi tugas tambahan di organisasi tercinta PGRI, sebagaiwakil sekertaris PGRI Kabupaten tanah Toraja dan sekertaris perwakilan YPLP PGRI Kabupaten tanah Toraja.

Ceritera menerbitkan buku.

Pada awalnya diberi amanat oleg PGRI untuk mengikuti rakornas virtual PGRI. Di kegiatan ini ia mengenal guru blogger hebat bapak Wijaya Kusuma, yang biasa dipanggil Om Jay. Saat itu ia mengenalnya melalui undangan pelatihan belajar menulis lewat group WA. Beliaupun mendaftar dan tergabung digroup 8 dan 9 . Pada satu kesemptan pemateri laihan atau yang menjadi nara sumber adalah Prof.  Richardus Eko Indrajit.. topik matreinya adalah menulis dalam satu minggu  ia pun bertaya kepada beliau dan diberi tantangan malam itu “ Apakah pak Yulius mau menulis bersama saya? Proses menulisnya persis serti yang telah disampaikan oleh Bu There.  Ketika telah diumumkan oleh penerbit ANDI  bahwa naskah yang ditulis telah lolos untuk diterbitkan. Pak Roma menangis dan menghungi Prof Eko lewat pesan di WA “ Terima kasih Prof” ternyata anak kampung bisa nulis buku. Dan akhirnya tulisan buku itu selesai Belajar dari pengalaman dan semua kegiatan yang dilakukan selama ini  hingga menulis saya menyebutnya dengan istilah CLBK. Istilah CLBK telah menjadi populer era milenial ini . terutama dikalangan kawula muda. Dalam admosfir asmara  Cinta Lama Bersemi Kembali tentunya sah-sah saja selama kedua sejoli menikmati proses dan tujuannya. Sementara dalam kegiatan menulis yang telah menjadi warna baru hari-hari hidup ini CLBK   ia panjangkan manjadi sebuah ajakan sekaligus perintah untuk dirinya. Coba Lakukan Budayakan dan Konsisten. Frase ini sederhana namun mengikatnya. Kalau OmJay mengatakan “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi” maka ada alarm untuk dirinya: “ tuailah hasil selama masih sanggup CLBK.

COBA

Tak ada satupun usaha yang berhasil jika tidak mencobanya lebih dahulu. Setiap tawaran pekerjaan dan amanah yang diberikan kepadanya. Ia jarang menolaknya selama ada kaitannya dengandunia mengajar. Sama halnya dengan menulis memulainya kadang susah, terutama dalam membangun ide lalu mencurahkannya kalimat demi kalimat. Mencoba berulang-ulang akan melatih kita,memproduksi untaian kata-kata yang mengahsilkan kalimat bermakna.

LAKUKAN

Ketika kita sudah mencoba, telah menemukan rasa dan keunikan tulisan kita,maka harus terus dilakukan agar ide kita tidak mengendap seirig berlalunya waktu. Jika ada kendala dan kita berhenti menulis saat itu,maka saat itu juga semangat menulis kita berhenti. Jadi beliau  paksakan diri untuk menulis hingga kini. Menulis apa saja intinya harus ada sesuatu yang tersimpandi draf tulisan di blognya atau tersimpan di Laptop.

BUDAYAKAN

Menulis harus menjadi Budaya kita. Menjadi bagian dari cara hidup kita.Menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Jadi budayakan menulis sehingga menjadi panggialn beraktivitas setiap hari.

KONSISTEN

Tak ada Karva yang terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi. Konsisten dalam menulis adalah misi untuk mencapai visi seorang penulis yakni menghasilkan sebuah karya tulisan yang bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. Bagaimana cara beliau konsisten ?  Memaksa menulis setiap hari minimal menulis tugas untuk siswadi blog atau upload gambar. Selain itu ia akti membeli buku secara online. Jika say kesulitan mengembangkan ide,maka ia cari buku di OLSHOP. Jadi jangan takut CLBK, namun nikmatilah prosesnya dan syukur hasilnya.

PesanTerakhir

Menulis adalah proses kehadiran kita untuk membawa kabar baik tentang ilmu kehidupan. Apapun yang kita tulis pasti ada hubungannya.dengan proses hidup kita.

 

 

 

 

 

 

MEWUJUDKAN MIMPI


Materi             :  Motivasi menerbitkan buku

Narasumber    :   Ibu There.

Moderator       :   Bambang Purwanto.

Peresume        :   Yohana M.A.Bana.

 

Beberapa orang  memimpikan kesuksesannya,sementara yang lainnya bangun setiap pagi untuk mewujudkannya. (Waine Huizenga)

Nara sumber dalam pertemuan ke-3 ini, Jumat  7 Agustus 2020. Pukul 19.00 -23.00. adalah : Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD.

Profil ibu There.

Ibu There memiliki Motto : Belajar,belajar dan belajar. Tempat tanggal lahir : Kuningan, 13 September 1984. Instansi : SDN Wahibur – Kabupaten Sumba Tengah NTT.

Alamat Blog: https://www.cikgutere.com .FB; Theresia Srie. Chanel Youtubenya: Theresia Sri Rahayu. No.WA : 085222201100. Tempat / tanggal lahir Kuningan,13-9-1984.

Best Achievement :  .

Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Kecamatan Padalarang Kab. Bandung Barat (2014)

2 Juara 2 Lomba Guru Berprestasi tingkat Kab. Bandung  Barat (2014)

3. Juara 3 Lomba Guru MIPA tingkat Kec. Padalarang (2014)

4.Juara 1 Olimpiade Guru Nasional tingkat Provinsi NTT (2018)

5.Finalis Lomba Olimpiade Guru Nasional tingkat nasional (2018)

6.Finalis Lomba Alat Peraga Matematika Sederhana tingkat nasional (2018)

7.Peserta Short Course ke Luar Negeri dalam Program 1000 Guru ke Luar Negeri (2019)

8.40 besar penerima dana hibah penelitian pada program Teaching Challenge (2019)

9.Finalis Course on Developing Lesson Study for Primary Mathematics Teacher tingkat internasional (2019)

10.Guru Inti Terbaik dalam Pembekalan Guru Inti Program PKP tingkat Provinsi NTT(2019)

11.Peserta Terbaik dalam Bimtek UKS Regional Bali

12.Sahabat Rumah Belajar Provinsi NTT (2019)

13.Finalis Lomba Mathematics Teaching Learning Model (MTLM) tingkat internasional (2019)

14.Kader Inti Gerakan Ajarmat / Ayo Belajar Matematika (2019)

15.Resume terbaik dari KSGN dan Pelatihan Belajar Menulis Bersama Om Jay (2020)

16.Blogger inspiratif dari Ikatan Guru TIK PGRI dengan Penerbit Andi Yogyakarta pada bulan   (2020)

17. 35 selected participants of Advance Online Course SEAMEO Qitep in Mathematics (2020)

 

Ibu There yakin bahwa setiap orang pasti mempunyai mimpi besar dalam hidupnya.Namun tidak  semua orang dapat mewujudkannya. Ibu There bersyukur karena di tahun 2020 berhasil mewujudkan salah satu mimpinya yaitu menerbitkan buku di Penerbit Mayor. Ibu There adalah salah satu peserta dari gorup belajar menulis yang digagas oleh Om Jay. Saat itu ia tergabung dalam Group menulis gelobanag 4. Dalam satu materi yang disampaikan oleh nara sumber Prof. Richardus Eko Indrajit. Materinya sangat menarik, dan Bu There  sangat antusias untuk mengikuti tantangan yang beliau berikan yaitu menulis buku dalam jangka waktu satu minggu. Beliau melelang topik bukunya danmeminta kami memilih salah satu topik tersebut dengan langsung menuliskan nama kami. Saat itu ada banyak topikyang diberikan. Topik-topik ini terdapat dalam chanel youtube beliau yaitu ekoji channel. Ternyata beliau setiap hari melakukan slive seminar di youtube dengan berbagai topik yang sangat menarik dan tentunya bermanfaat.

Saat itu Bu Tere merasa penasaran dengan salah satu topik yaitu Ubiquitous Learning. Lalu ia membuka channel youtube dan menyimak materi terkait topik tersebut. Setelah itu tidak menunggu lama , besokya ia langsung daftarkan nama untuk menjadi penulis buku. Wah ...menurut Bu There ini luar biasa sekali rasanya .Ia pun segera menyususn outline dan japri beliau ( Seumur-seumur baru berinteraksi dengan Prof.secara langsung/japri) Lalu diluar eksistensi Bu There beliau langsung membaca dan melihat pengajuan judul serta outline yang diserahkan Saat itu judul bukunya adalah “Belajar semudah klik” Membangun Ubiquitous Learning dalam konsep merdeka belajar. Beliaupun menambahkan satu kata yaitu ekosistem sehingga judul bukunya menajdi belajar semudah klik. Outline yang diberikan saat itu hanya 3 Bab dan beliau hanya mengatakan: Wah Keren. Bu Tere jadi penulis kedua kata Prof. Eko.

Perasaan Ibu There saat itu.

Yang membuat  Bu There terharu adalah keesokan harinya beliau langsung membuat cover buku Bu There. Setelah itu mereka bergabung dalam satu group WA yaitu menulis bersama Prof.Eko  Dalam group itu mereka saling memotivasi agar dapat menyelesaikan tantangan menulis dalam seminggu. Saat itu group tersebut beranggotakan 20 orang termasuk Prof. Eko. Bu There merasa sangat bersyukur karena dipertemukan dengan rekan-rekan menulis dari berbagai daerah dan mereka adalah guru dengan dosen yang menyatakan kesanggupan menulis buku dalam jangka waktu satu minggu. Jujur Bu Thre merasa takut ketika mendengar Prof. Mengatakan tanggal 25 April mereka akan melakukan presentasi karya. Ini artinya draf buku mereka harus selesai.

Mampu atau Tidak ?

Saat itu kita ada dalam masa pandemi. Bahkan sampai saat ini. Di dareh Bu There tidak memungkin pembelajaran online,maka kami menyusun LKS dan melakukan kunjungan ke rumah siswa. Jadi bisa dibayangkan kesibukkan yang dihadapi disamping juga kewajiban utama sebagai ibu rumah tangga. Rasa panik, stress, pusing,karena tidak bisa membagi waktu dan sekian banyak kesibukkan. Akhirnya tanggal 25 April, kamipun bertemu secara virtual. Satu per satu kami bergantian mempresentasikan karya kami. Di akhir kegiatan Prof. Eko menyampaikan bahwa ada sedikit perubahan yang harus kami lakukan. Diantaranya jenis huruf  Verdana, ukuran 10 spasi tunggal .Ukuran kertas A5 lalu lengakapi dengan index dan daftar pustaka, dibuat otomatis,kemudian minimum 100 halaman dan jumlah Bab paling sedikit 5 Bab. Dan setelah Bu Tere layout dengan ketentuan di atas jumlah halaman hanya mencapai 60 halaman. Jadi PR baginya sangat banyak di samping itu harus belajar bagaimana membuat index buku dan daftar pustaka serta daftar isi otomatis. Namun orang bilang sudah terlanjur basah ya mandi sudah. Bu Tere bergegas mencari tambahan 2 Bab dan menulis lagi sampai di atas 100 halaman. Pasti bapak ibu juga penasaran bagaimana caranya membagi waktu Saat itu Bu There mengatakan pada suaminya untuk membantunya menyelesaikan penulisan buku. Jadi suaminya bertugas menjaga anak mereka yang berusia 3,5 tahun dan membawanya bermain diluar ketika ia mau menulis karena butuh suasana tenang. Malam hari ketika mereka sudah tidur, Bu There turun kembali dari tempat tidur dan melanjutkan penulisannya. Karena malam hari juga waktu tenang. Lalu bangun pagi juga begitu.Sebelum beraktivitas di dapur Bu There sempat menulis lagi. Akhirnya Prof Eko menyampaikan kepada mereka bahwa pada tanggal 24 April mereka harus berhadapan dengan penerbit Andi secara virtual. Setelah naskah selesai ia serahkan kepada Prof Eko dan gelisah sepanjang malam tidak bisa tidur nyenyak. Karena inilah penentuan terakhir dari tulisan mereka. Hari yang ditunggu-tunggupun tiba setelah mendengarkan paparan dari penerbit Andi menyatakan bahwa naskahnya diterima oleh penerbit Andi. Kemudian beliau dihubungi oleh ibu Dwinita dari penerbit Andi dan pada tanggal 20 Juni beliau mengatakan bahwa tanggal proof buku telah selesai akan dikirimkan ke Bu Thtere. Proof ini berupa naskah buku yang sudah dilayout namun masih berupa lembaran belum dijilid. Dikirimkan kepada Bu There agar ia bisa mengoreksinya bila masih ada kesalahan. Pada tanggal 3 Juli 2020 dalam penantian panjang akhirnya berbuah hasil yang manis yakni menerima lampiran surat perjanjian Penerbitan dari penerbit Andi.

Dan buku bersejarah ini siap untuk menjadi bukti bahwa peserta belajar menulis bisa menulis dan menerbitkan buku di Penerbit Mayor.

Rangkuman Tanya Jawab.

Persiapan menerbitkan buku.

1.      Menonton Video dari ekoji Channel.lalu mencari referensi di google terkait Ubiquitous. Sebetulnya ini buku ketiga namun buku sebelumnya diterbitkan penerbit Indie. Ada juga beberapa buku antologi saat ikut lomba menulis.

2.      Buat t ime schedule ( sehari berapa bagian / halaman) Kumpulkan banyak referensi sebanyak mungkin, jauhkan HP ( kecuali benar-benar dibutuhkan) karena cenderung mengecek notifikasi tulis dulu, edit kemudian, bangun kerja sama dengan orang-orang rumah.

Langkah-Langkah Menyusun Naskah.

Naskah dimulai dari memilih topik .Salah satunya dengan menggunakan google trend. Di sana kita bisa melihat kecenderungan minat masyarakat sebagai pasar buku kita. Hal ini sangat penting karena kita bukan penulis terkenal. Jadi tips supaya buku kita laku diawali dengan memilih topik yang baik. Setelah itu coba buat Min-Map terkait topik, sampai menentukan judul yang menarik. Kemudian kembangkan judul menjadi outline naskah. Dalam pemaparannya minimal 5 Bab karena mewakili 5W + 1 H  dari hal-hal yang ingin diketahui orang terhadap buku kita.Selanjutnya kembangkan naskah kita sesuai outline yang sudah dibuat. Salah satu keuntungan dari outline ialah kita bisa loncat dalam menulis. Jika di Bab 1 mandek, maka bisa menulis di Bab Selanjutnya. Tapi hal ini bisa berbeda ketika bapak ibu diminta naskah per Bab.Untuk menerbitkan buku, sebaiknya kenali dulu seluk-beluk ( Visi/misi ) Penerbitnya.

Mengatur Kehidupan Rumah Tangga.

Suaminya seorang petani, Di daerahnya pada bulan April tidak banyak kegiatan yang dilakukan di sawah. Bu There bangun komonikasi dengan suami tentang kesibukkannya. Suami tidak keberatan. Asalkan saya tetap berusaha membagi waktu untuk mengurus rumah tangga.lagi pula suami sudah terbiasa dengan kesibukkannya.Karena sejak mutasi ke NTT Bu There juga sering tugas keluar daerah bahkan sampai ke luarg Negeri selamasatu bulan. Jadi dukungan seperti ini sudah biasa dilakukan suami.

Hanya segelintir orang yang berani bermimpi besar, namun bagi Bu There mimpi itu laksana sebuah kunci untuk menaklukkan semua rintangan di dunia. Jadi peliharalah mimpi itu dan segera bangun untuk mewujudkannya.

 

 

 

.

 

 

 

 

PUISI HIDUP DI MASA COVID 19

                                                                                                    

 
                                   HIDUP DI MASA  COVID 19
                                        Yohana M.A.Bana, M.Pd.K.

Hidup di masa covid 19
Berbenah sana berbenah sini
Dalam rumah dan sekolah
Demi semua menjadi maju
    
    Kian hari kian melaju
    Menuju suatu perubahan
    Dambakan hidup sehat sejahtera
    Bebaskan diri dari virus corona.

Pergilah.... menjauhlah....
Virus masih tetap bertahan
Beribu cara sudah kutempuh
Berdamailah...bersabarlah.

    Terapkan protokol kesehatan
    Mencuci tangan...jaga jarak..
    Pakailah masker setiap hari
    Jaga kesehatan setiap saat.

Kita isi masa new normal
Dengan kegiatan penuh bermakna
Bekerja,berdoa dan beriman
Pasrahkan hidup pada Tuhan.

                           
                         Kupang, 14 Juli 2020.

Sabtu, 12 September 2020

 GURUKU JIWA ENTERPRENEUR

  


Materi             :  Berbagi pengalaman.

Narasumber    :   Ibu Betti

Moderator       :  Ibu Sri Sugiastuti

Peresume        :   Yohana M.A.Bana.

 

“ Anak kaya sekolah di sekolah bagus itu biasa, anak  miskin sekolah di sekolah kurang bagus itu biasa. Tetapi jika anak miskin sekolah di sekolah bagus itu yang luar biasa” ( Betti )

 

Nara sumber malam ini ialah seorang enterpreneur yang terkenal ibu Dra. Betti Risnalenni yang biasa di sapa Bu Betti. Beliau adalah seorang guru yang sangat kaya dengan berbagai strategi dalam membangun usahanya sampai mendidirkan  sekolah serta menulis buku. Seluruh karyanya dirasakan oleh orang lain.

Kisah menjadi enterpreneur.

Beliau Memiliki jiwa enterpreuher sudah sejak kecil, tetapi secara pribadi tidak ingin disebut tukang dagang. Dari kecil ibunya suka membuat kue, dan ibu Betti yang sering menitipkannya  ke toko-toko.Ketika kecil tinggal di Cempaka Putih Jakarta.Jadi kue-kuenya dititipkan ditokoh tokoh -tokoh Cempaka Putih. Berlanjut waktu pindah ke Bekasi. Kue ibunya dititipkan ditokoh-tokoh di Bekasi. Termasuk disekolahnya di SMA Bekasi. Saat titip di sekolah ia datang lebih awal   sebelum teman-teman datang karena jaga gengsi. Sampai kuliah ibunya punya catering dan beberapa kantor dan pabrik menjadi langganannya. Dansetelah beliau menikah usahanya ditutup.

Membuka Khursus- mendirikan sekolah.

Pada tahun 1996  ibu Betti mulai membuka khursus, dan ia kembali menjadi enterpreneur. Menjadi seorang pengelola pusat khursus. Dan memiliki 24 pusat khursus di Bekasi. Tahun 2003 mulai merintis mengelola sekolah TK dan SD. Milik sendiri yang ada di Bantar Gerbang Bekasi. Selalu aktif dan bekerja sama dengan mall di bekasi. Metropolitan Mall. Dari tahun 1996-2007 mengadakan lomba di Mall.  Mengelola sekolah itu tidak sama dengan menjual batik. Waktu mengikuti lomba Kepala Sekolah berprestasi beliau juara 1 dan juara harapan setelah sampai di Propinsi Jawa Barat. Beliau menjual buku untuk membantu operasional sekolah. Tahun 2009 mendapat dan Bos dan di Sd sudah terbantu dananya.

Selalu membangun kerja sama dengan orang yang mau membuat pusat khursus. Beliau melatih guru-gurunya dan kemudian memakai bukunya. Dari kegiatan pusat khursus dan lomba itu timbul bisnis baru yaitu jual piala. Lomba di mall lebih enterten, jadi orang tua senang. Jadi dana- dana untuk piala sudah dimasukkan dalam pendaftaran. Beliau kerja sama lagi dengan makanan siap saji.

Pengalaman mengikuti lomba.

Lomba di tingkat Kecamatan beliau juara 1 dan tingkat kota beliau masing juara 1.Dalam lomba tersebut ada tes tertulis, psikotest,test bahasa Inggris,presntasi dari Best Practice kita masing-masing. Beliau menulis buku  Aritmatika,buku A, B,C 1,2, samapi dengan 27. Buku itu saja sudah 30 buku. Buku itu nilainya tinggi. Kalau beliau tulis buku untuk dapt duitnya. Sekarang sekolah itu sudah berjalan dengan baik dan beliau tidak memandornya lagi. Selain punya sertifikat pendidik saya memiliki sertifikat berwirausaha. Beliau mulai mematenkan merk lewat HAKI dan mulai menghalalkan produk dari mulai meng”pirt” kan produk. Dan sekarang beliau menjadi UMKM binaan Dinas Bekasi.

Memulai Perkenalan.

Kita harus membangun perkenalan dengan teman- teman. Dankita harus memulai. Jka kita memulai barulah orang kenal. Jika tidak memulai mana mungkin orang kenal kita. Kita usahakan kita yang menonjol atau bisa dalam satu perkumpulan. Dalam maksud yang baik. Kita juga  harus memberi contoh yang baik. Bila senior maka kita harus memberi kata-kata yang sopan. Biar tidak tersinggung.

Motivasi Awal.

Sedih karena tidak menyekolahkan anak di sekolah bagus/faforit karena saya seorang guru. Anaknya pertama pernah test di sekolah yang bagus tetapi tidak pernah diterima karena gaji suami kecil. Suami Isteri guru. Beliau sangat sedih maka ia bertekad untuk mendirikan sekolah. Kaya miskin semua sekolah disitu. Yang kaya bayar normal dan yang miskin bayar sesuai kemampuan.Karena kalau anak orang kaya sekolah di tempat bagus itu biasa, yang miskin di tempat jelek itu biasa. Dan kalau yang tidak mapu sekolah di tempat yang bagus tiu yang luar biasa.   Makanya beliau mendirikan sekolah karena guru jadi pasti bisa. Jadilah sekolah KB-Tk dan SD Insan Kamil. Sekolah itu sekarang dikelola oleh anak-anaknya.dan beliau menikmatinya. Beliau membuka Kedai di samping rumah. Tempat ngumpulnya guru-guru atau siapa saja.

Waktu membuka khursus Beliau juga mengajar di sana. Karena sekolah itu memakai bukunya dan minta beliau untuk ngajar. Demi duit dan deikasi akhirnya ia mengajar di situ.khususnya mengajar Aritmatika.  Beliau menikmati segala yang terjadi .Teatpi sebelum melakukan segala kegiatannya beliau selalu berdoa

Hambatan – hambatan

Hambatan dalam hidupnya ada, tetapi beliau menikmatinya saja, dan melewatinya dengan baik. Selalu berdoa memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Beliau pernah membeli tanah 50 m dari sekolah, tanah kampung nempelsama perumahandibelinya dirapikan maksud membuat lapangan olahraga buat anak-anak. Tetapi ditutup jalannya.jadilah tanah tiu tidak berfungsi. Tetapi Allah kasih jalan. Tanah yang dibelakang sekolah di jual oleh pemilik  beliau beli dengan uang rumah milik orang tuanya.

Definsi bagus buat setiap orang berbeda. Bagus untuk ibu netti tidak mungkin bagus untuk orang lain. Menurut beliau bagus fisiknya, bangunan dan peralatannya,bagus materinya dan lain sebagainya. Murid beliau ada yang juara olimpiede,matematika, duta baca Jabar, juara karate Nasional, dan kalau dibekasi terkenal.

Kiat-kiat Bu Betti menjadi sukses.

·         Berani mencoba dan pantang menyerah.

·          Gunakan peluang setiap ada kesempatan itu belum tentu berulang kembali.

·          Lakukan sesuatu karena kita melakukan sesuatu yang baik, disitu Allah juga sudah siap menolong kita.

Pesan Terakhir.

Selagi kita masih berkarya, berkiprah, lakukanlah . kalau itu memang bagus hati kecil kita tak mungkin mengingkarinya. Lakukanlah apa yang bisa dilakukan . yang penting kegiatan itu positif  dan tidak merugikan orang lain.

   “ Kepuasan membuat orang miskin menjadi kaya,; ketidakpuasan membuat orang kaya menjadi miskin” ( Benyamin Franklin.)

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menghadapi Tantangan Hari Ini

Renungan pagi tanggal 19 September 2025. Tema: Menghadapi Hari Ini dengan Iman dan Pengharapan Firman Tuhan : Mazmur 118:24. Firm...