Selasa, 15 Februari 2022

MENULIS



        Bagaimana rasanya jika belum berhasil dalam group belajar menulis ?
Perasaanku sangat cemas dan kesal, mengapa? Namun saya tetap berjuang. Saya akan tetap bersyukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa karena hanya atas perkenannya saya  mengikuti group belajar menulis. Saya tetap mengikuti materi dan tetap belajar. Seperti ada pepatah yang mengatakan : "Ada sinar bintang yang sinarnya tidak dapat mengalahkan sinarnya rembulan tetapi bintang itu tetap bercahaya.  Saya mengharapkan pertolongan Tuhan supaya bisa dapat menulis. 
    Bagi semua orang pekerjaan menulis sangatlah mudah dan bahkan ada yang mengatakan menulis semudah menceplok telur. Ketika saya membaca saya merasa heran,dan berkata dalam hati kalau itu copy paste ya ia. Dan yang selama ini memberatkan saya adalah Plagiat. Saya membaca resume dan banyak tulisan seperti itu. Saya berpikir harusnya yang bagaimana ya... maka saya ingin belajar lebih giat lagi sampai niatku tercapai.
        Waktu terus bergulir maju. Hari -hari hidupku penuh kesibukan. Pertanyaan terus mengalir dalam pikiranku: " Siapa yang tidak sibuk ?  Semua  orang sibuk 
  https://yohanabana24.blogspot.com/2020/08/kelas-dasar-blogspot-1.html

Jumat, 28 Januari 2022

KENANGAN INDAH BERSAMA IBUKU

KASIH SAYANGMU IBU
           

Ibuku adalah seorang wanita yang sangat tangguh dan ulet dalam membesarkan dan mendidikku.  Ibuku bernama Nelci Nomleni.Ayahku bernama Nehemia Bana. Kedua-keduanya selalu hidup dalam kasih. Ibuku sangat menghormati dan menghargai ayahku. Sebaliknya ayahku mencintai dan mengasih ibuku.

Saat kecil Ibuku tidak pernah memeperkenalkan nama ayah kepada kami. Ibuku tidak pernah menyebut nama ayah. Ibu memanggil nama ayah dengan  sebutan: “ ayah atau bapak”. Keluarga juga menyebut ayahku dengan nama anak pertama. Anak pertama nama Min jadi panggil ayah Min amaf. Nama ayahku baru diketahui olehku ketika  ayah menulis namanya pada raport  SD kelas satu.

Ibuku  melahirkan sembilan orang anak dan saya adalah anak keempat.

Saya ingin menulis kenangan indah dengan ibuku agar jangan hilang ditelan zaman. Kenangan-kenangan ini kuabadikan dalam hatiku.Tertulis agar anak cucuku dapat membacanya dan meneruskannya turun temurun. Anak-anak perlu tahu ceritera ini sehingga menghormati orang tua selagi ada. Ketika orang tua sudah tidak ada, kenangan indah bersamanya jangan dilupakan  begitu saja.. Selain dari itu anak-anaknya perlu belajar dari orangtua yang tidak pernah menuntut balas. Kasih sayang ibu  tidak dapat diukur dan dihitung. Segala pengorbanannya tidak dapat dibalas.  Ia hanya memberikan kepada kita. Ia tidak mengharapakan untuk kita menggantikan kembali. Asal kita berhasil,ia sudah tersenyum. Sudahkah kita membuat ibu tersenyum?

1.      Masa  aku Lahir.

Ayah selalu menceritakan kisah saat ibu mengandungku. Ibuku sangat menderita saat hendak melahirkan. Rasa sakit dan perjuangan yang hebat yang terjadi di dalam dirinya.. Menurut ceritera ayahku,ibu menderita sakit selama satu minggu baru melahirkanku. Bahkan ayahku pergi dan memohon bantuan doa dari Om dan Tanta. Mengapa ayah tidak membawa saya ke rumah sakit ? Ayah tidak membawa ke rumah sakit  karena ibu  takut operasi. Pada Zaman itu belum ada dokter,yang ada hanya pak Mantri dan rumah sakit  Susteran. Aku mengenal baik sorang suster yaitu Suster Finealda. Ibuku selalu membawaku ke rumah sakit Susteran yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Aku  merenung ,tidak ada seorang wanita sehebat ibu yang telah melahirkanku, Pengorbananya tiada taranya. Sebuah pengorbanan dan perjuangan yang sangat hebat mempertaruhkan diri antara mati dan hidup. Ibuku laksana seorang prajurit yang siap melawan maut saat melahirkanku. Ketika terdengar suara tangisan pertamaku itu berari ibuku menang dalam pertempuran.. Semua keluarga yang hadir disekelilimgku menyambut dengan gembira.

Ungkapan syukur dan doa dinaikan. Ayahku bertelut dan berdoa karena ibu selamat dalam melahirkanku. Ayahku sangat bersukacita memliki seorang isteri yang sangat setia mendampinginya sampai hari ini.

.2. Masa Kecilku

Sebenarnya kedua orangtuaku menginginkan seorang anak laki-laki. Mereka bergumul da[am doa dan  pengharapan . Walaupun keinginan mereka tidak tercapai namun kedua orang tua dan keluargaku menjaga aku dengan penuh kasih sayang. Mengapa mereka menjagaku dengan penuh kasih sayang dan waspada? Hal itu disebabkan dua orang yang mendahuluiku meninggal pada masa kecil. Masa kecilku penuh dengan riang dan gembira. Bila aku sakit semuanya sangat waspada dan semua berdoa dan mengharapkan keselamatan dari Tuhan.

Kedua orang tuaku memohon kepada semua keluarga agar mengajarku berbicara bahasa Indonesia. Keluargaku tiap hari  berbicara menggunakan bahasa daerah.  Kakak-kakakku melatihku berbicara dengan lancar. Aku selalu menemani kakak-kakakku bila bepergian. Setiap hari pulang sekolah kakak dan ayahku bergantian mengajarku. Walaupun ayah sudah capai dalam seharian bekerja namun setiap malam tidak pernah lalai mengajarku .Ayah mengajarku sampai bisa membaca. Jika ayah pergi berdagang,kakak yang mengajarku. Ayah biasanya menjadi pedagang, yang berjalan dari kampung ke kampung.Ayah menjual selimut dan sarung. Selimut dan sarung itu bisasa ditenun oleh ibuku.

Bila kuingat masa kecilku sangat menggembirakan aku selalu menyanyi lagu ini:

Bila kuingat lelah

 Ayah Bunda

Bunda piara piara akan daku

Sehingga aku besarlah

Waktuku kecil hidupku

Amatlah senang

Senang dipangku dipangku dipeluknya

Serta dicium dicium dimanjakan

Namanya kesayangan.

Sumber: https://m.kapanlagi.com>lirik>artis

Menyanyikan lagu ini membangkitkan semangat dan kegirangan bagiku. Lagu ini ,mengingatkan kembali masa kecilku yang selalu dibesarkan dalam kasih sayang dan penuh bahagia.

2.      Masa Sekolah di SD

Masa-masa sekolah adalah masa yang sangat menyenangkan. Menjadi seorang ibu bukan pekerjaan yang mudah. Ibuku ingin agar aku menjadi anak yang pandai. Ibu selalu mengijinkan aku pergi ke sekolah bersama kakak- kakakku. Setiap hari kami tidak pernah alpa karena di sekolah sangat menyenangkan. Jam Isterhat kami selalu bermain bersama dan sangat menggembirakan.

Akhirnya saya berumur tujuh tahun saya di daftarkan di kelas I. Dan saya menempuh masa pendidikan di SD 6 tahun. Sungguh bahagia, memiliki  ibu yang sangat bijaksana dapat mempersiapkan masa sekolahku dengan matang akhirnya aku bisa dapat meraih prestasi yang baik di sekolah.

3.      Kenanganku bersama Ibuku setiap hari.

Ibuku selalu menenun untuk menambah penghasilan keluarga.  Hasi l tenun itu dipakai untuk membiayai studiku. Kakakku yang kedua  selalu menggantikan posisis ibuku di dapur. Ia ditugaskan ibu menyiapkan makanan untuk kami sekeluarga.

Jika ada waktu senggang ibuku selalu menjahit. Saya selalu bertanya pada ibuku apakah nenek suka menjahit, Beliau selalu tidak menjawab karena fokus dengan menggunting potongan-potongan kain yang hendak dijadikan baju. Dengan teliti dan lincah ibuku menggunting. Aku memperhatikan itu dengan cermat. Terkadang aku ingin mencoba menggunting . Ibuku berulang-ulang  mencegahnya. Katanya aku masih kecil. Tiap hari dilakukan oleh ibuku akhirnya sudah menjadi kebiasaan. Dan aku selalu membantu ibuku untuk memasukan benang di dalam jarum. Ibu  meminta bantuanku ketika hendak menjahit. Aku  melatih untuk menyambungkan potongan-potongan kain yang sudah tidak terpakai. Hari ke hari, makin lama makin besar, aku juga berusaha untuk meniru ibuku menjahit. Hal itu dilakukan terus - menerus namun selalu gagal. Aku tidak sehebat ibuku yang dengan cermat menjahit baju-bajuku. Apalagi saat aku mau ikut lomba paduan suara atau menari di sekolah. Disekolah setiap triwulan selalu ada program menari.

            Kenanagan indah bersama ibuku menjahit, membuatku sekarang  juga  berjuang dan berusaha untuk menjahit sendiri baju-bajuku. Sebenarnya aku bukan tukang jahit. Aku ingin memakai baju buatan tanganku sendiri,

            Ibuku juga rajin membuat kue untuk aku  dan adik - adikku menjualnya setiap sore. Jika setaip sore kue-kue tidak habis terjual  kami membawa pulang. Ibuku membaginya secara merata kepada kami semua di dalam rumah. Bila hanya sedikit jumlahnya maka ibuku akan membuat kue lagi sehingga dibagi secara adil kepada kami semua.

            Ibulu memiliki sejumlah ilmu, hampir semua ilmu di kuasainya.  Ibuku tidak pernah sekolah. Ibulu ternyata memiliki hikmat yang di karuiakan Tuhan. Ia diberi kemapuan oleh Tuhan untuk melakukan segala pekerjaannya dengan baik.  Dalam ilmu kesehatan. Bila aku sakit, ibuku merawatku dengan baik. Ibuku seperti seorang bidan atau dokter. Ibuku menggunakan tangannya untuk mendeteksi suhu panas yang ada dalam tubuhku. Tangan ibu seperti  alat pengukur suhu. Ibuku mampu untuk mendeteksi apakah kami sakit malaria atau panas dalam. Jika ibu mengetahui bahwa saya menderita malaria, maka ibuku akan berusaha untuk mencari obat malaria. Ibuku mulai memetik 3 helai daun papaya dan  menumbuk daun papaya ini sampai halus. Ibuku menambahkan segelas air di dalamnya. Diaduknya air  daun papaya itu dan disaring. Setelah ibu menyaringnya,ibuku berdoa. Sehabis berdoa ibuku memberi minum pada saya. Betapa pahitnya daun papaya itu. Ibu mengambil sebagian dan mengolesnya pada tubuhku. Beberapa jam kemudian ibuku menggunakan tangannya dan mendeteksi tubuh kami. Setelah meminum jus papaya yang diberikan, tubuh yang tadinya panas  tinggi mulai hangat dan akhirnya sembuh. Bila perutku sakit atau mengalami diare. Ibuku akan memetik segenggam  pucuk daun jambu dan  segenggam pucuk daun delima di masak dengan air tiga gelas sampai mendidih dan tinggal satu gelas diberi minum padaku hingga sembuh.Dan masih banyak lagi ramuan-ramuan yang dilakukan ibu bila aku sakit.

            Dalam ilmu kesehatan ibu sangat hebat dalam menjaga kesehatan kami. Tangannya bagaikan tangan dokter yang selalu memeriksa  segala penyakitku. Kami 9 bersaudara tidak pernah dibawa ke dokter semasa kecil. Ibuku selalu menjaga kesehatan kami. Setiap tengah malam ibuku selalu bertelut,berdoa dan menyebut nama kami satu demi satu. Ibuku tidak pernah alpa setiap malam. Hal itu selalu terdengar di telingaku saat ibuku berdoa. Hal itu merupakan harta rohani yang diwariskan kepadaku. Saya terkadang menyadari, saya  tidak sama seperti ibuku.Aku terkadang lalai dalam berdoa.

Masih banyak lagi kenangan yang indah yang hendak kulukiskan tentang ibuku yang hebat. Ibuku  sampai saat ini masih ada dan setia mendampingi ayah dan hidup bersama Sembilan  ( 9) orang anak. Delapan ( 8 )  orang anak  sudah menikah semua. Ada 16 cucu, 7 orang cece. 

                           Cucu dan  Cece yang hadir dalam sebuah acara keluarga..

Bersama ayah,ibu dan saudara-saudara di masa pandemic.Kami  hanya bisa bertemu di layar kamera. Senyum salam dan sapa dari jauh. Pertemuan dalam layar selalu mengingatkan kembali semasa kecil saat tinggal bersama di rumah ayah dan ibu. Ayah dan ibuku selalu mendoakan kami agar tetap bahagia. Doaku untuk Ayah dan Ibuku agar tetap sehat selalu.

Ibuku memang wanita terhebat bagiku.

Tiada yang sebanding dengan dirinya.

 

Kamis, 01 April 2021

REFLEKSI SETAHUN PANDEMI COVID -19

 REFLEKSI SETAHUN PANDEMI COVID - 19

Hallo,Teman-teman guruku semuanya.

Sudah  setahun pandemi covid -19 melanda negeri kita, bahkan seluruh alam semesta. Makluk yang sangat kecil ini telah  menelan banyak  korban jiwa, dan juga  mengubah wajah dunia. Dunia yang semula hiruk pikuk  tiba-tiba sunyi sepi.

Tentunya dari perjalanan  setahun ini meninggalkan banyak kenangan, pengalaman, serta harapan. Banyak penulis yang sudah menuliskan refleksi setahun pandemi ini dalam berbagai bentuk artikel, cerpen, puisi, buku dan juga dalam berbagai bentuk karya lainnya.

 Saya sebagai guru yang beralih fungsi dari guru menjadi pengawas di masa pandemi sungguh sangat sulit menjalankan tugas yang baru. Banyak tantangan - tantangan yang dilalui di masa  pandemi setahun. Setahun pandemi  saya bergabung dalam group belajar menulis yang diprakarsai oleh Bapak wijaya Kusuma-Guru Bloger Indonesia. Para sahabat -sahabatnya menyapa dengan sapaan Om Jay. Bergabung juga dengan  para penulis lainnya, mereka yang hebat dan profesional di bidang IT.  Teman-teman penulis menuntun,mengajar dan melatihku untuk menulis. 

Tanpa disadari covid -19  makluk kecil ini  yang tidak dilihat dengan mata telah mengajar dan memaksa kita untuk segera berubah. Makluk ini  telah membuka cakrawala berpikir manusia untuk menggunakan teknologi digital dalam rangka membangun peradaban baru  manusia  yang berkarakter

Dalam keadaan yang sangat mendesak dan mendadak ini, yang hadir tanpa persiapan kita  menuntut  dan mengharuskan kita untuk segera menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Dalam dunia pendidikan menuntut lembaga pendidikan untuk melakukan berbagai inovasi dalam proses pembelajaran.

Sejak adanya kebijakan untuk melakukan work from home {WFH],social and physical distancing. Dalam kebijakan itu mengharuskan kita sebagai umat manusia untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

Kegiatan webinar mulai dilakukan oleh berbagai lembaga. Manusia di satukan dalam satu aplikasi bertemu secara virtual. Saling berbincang-bincang bagaimana caranya mengajar melalui berbagai aplikasi daring. Hal ini mempercepat penerapan pendidikan era revolusi industri 4.0. Dengan diterapkan pembelajaran daring menuntut peran teknologi dalam bidang pendidikan ,para tenaga pendidikan dan peserta didik perlu melatih diri dalam menggunakan atau memanfaatkan teknologi yang ada sesuai kebutuhan.

Pada masa libur selama 14 hari pada awalnya, di bulan Maret 2020  tidak berhasil memutuskan mata rantai penyebaran covid. Pandemi covid-19 semakin meningkat pemerintah mengumumkan untuk libur diperpanjang lagi  sampai tahun ajaran baru. Banyak webinar- webinar menjamur, melatih  agar setiap pendidik mempersiapkan diri untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.  Dalam pertemuan  bersama Prof. Eko. Dalam sebuah webinar beliau mengatakan sekarang ini kita berada dalam PJJ dadakan, selanjutnya PJJ terencana dan pada akhirnya PJJ mendunia.

Pembelajaran Jarak  Jauh.

Pembelajaran Jarak Jauh  [ PJJ ] adalah Pendidikan formal berbasis lembaga yang  mana peserta didik serta pengajarnya terpisah. Sehingga memerlukan system telekomonikasi interaktif untuk menghubungkan keduannya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran elektronik [e-learning ] atau pembelajaran daring [online] merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi gawai dan teknologi berbasis internet. Penggunaan jaringan internet teringgi pada masa pandemic.Grafik pengguna internet semaikin meningkat memunculkan peluang dan keuntungan baru dalam dunia pendidikan. Dengan  memanfaatkan peluang itu dapat mengakses materi dan berbagai informasi secara meluas dan cepat. Dan tantangan yang terjadi adalah munculnya berita-berita hoaks yang sangat meresahkan masyarakat. Selain itu juga ada hal-hal negative yang tidak dapat dijamin untulk diakses oleh anak-anak dibawah umur.

Dengan berlangsungnya PJJ maka berkembangnya metode pembelajaran yang baru yang tidak lagi dibatasi opleh ruang waktu dan sumber belajar. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dengan berbagai ragam desain  digital yang terus berkembang,maka menghadirkan tugas-tugas baru yang perlu dilaksanakan oleh pemangku pendidikan untuk terus menyelaraskan kegiatan pembelajaran dengan metode daring.

Dengan adanya pembelajaran dengan menggunakan metode daring, timbulnya banyak tantangan yang di hadapi oleh siswa, guru dan orang tua murid. Banyak siswa yang senang dan mengikuti pembelajaran jarak jauh secara teratur. Banyak siswa juga yang tidak mengikuti dengan baik sehingga guru harus bersusah-susah menghubunginya. Bahkan di sekolah lain guru mengunjugi siswanya di rumah. Ada orang tua yang menyambut baik tetapi ada juga yang merasa kwatir apakah guru yang datang ini sehat atau tidak. Barbagai upaya dilakukan oleh guru agar siswa bisa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

 Begitulah dinamika kehidupan di masa pandemi. Masa-masa sulit ini telah mengajarkan hal-hal baru bagi kita. Hal ini akan menjadi lebih baik jika kita jalaninya dengan penuh ucapan syukur.

         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Rabu, 23 September 2020

 

Kalimat Bahagia Mr.Bams.

 

 

Materi malam ini               : Inspirasi menulis buku.

Nara sumber                      :   Mr. Bams.

Moderator                           :  Ibu  Sri Sugiastuti

Peresume                           : Yohana M.A.Bana.

 

Nara sumber dalam pertemuan kedua malam ini, Senin,5 Agustus 2020  pukul 19.00 – 21.00  di kelas menulis Om Jay  menghadirkan seorang nara sumber yang selalu tampil dengan kalimat-kalimat bahagianya yakni Bambang Purwanto,S.Kom.Gr. ayah seorang anak ini dilahirkan di Bandung pada tanggal 6 April 1974. Ia bisa di sapa Mr. Bams. Ia memiliki rumus yang terkenal dengan  singkatan  MAU ( Motivasi Aksi Unggul) motivasi berupa,impian,harapan,cita-cita yang merupakan kekuatan. Kekuatan ini harus diimbangi dengan  aksi nyata supaya dapat terwujud.Aksi nyata ini harus unggul dalam hati kita . Dengan rumus ini kehadirannya sangat dibutuhkan oleh-olehorang-orang disekitar karena di dalam diri orang itu ada begitu  banyak keunggulan. Keunggulan dari Mr. Bams yang  memliki profile yang luar biasa telah memberikan nilai tambah bagiku.Ia senantiasa hadir dengan mengirmkan daftar hadir tepat pada waktunya setiap kali pertemuan dan tidak pernah lalai. Beliau juga selalu bersedia menjadi moderator dalam beberapa pertemuan. Satu kelebihan yang istimewa dari Mr.Bams adalah setiap hari menuliskan kalimat bahagia yang bila kiat membacanya semakin menambah semangat untuk menjalani hidup hari tiu.

Sebelum Mr.Bams menjadi guru beliau menjadi pendongeng keliling. Sumbernya didapatkan dari hasil bacanya setiap hari. Ia telah mendirikan Taman Baca Masyarakat As Lebakwangi membawa ia menerima penghargaan. Penerima Sabilulungan Award dari Bupati Kabupten Bandung,bidang penggerak sosial dan budaya (2018)  Juara 1 Pengelola TBM tingkat Propinsi Jawa Barat(2014) Juara I pengelola TBM  tingkat Kabupaten Bandung. (2014) Juara II Pengelola TBMtingkat Kabupaten Bandung (2013)  Selain itu Sekolahnya yaitu SMP taruna Bakti mendapatkan juara literasi kategori utama. Mr Bams sebagai ketua tim litersi mendapatkan penghargaan .Penerima anugerah Widya Pratama Kategori penggerak Litersi dari Dinas Pendidikan Kota Bandung ( 2019) Mr. Bams mengikuti Guru Inspiratif dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (2019) kebiasaannya membaca menjadi salah satu pendorongnya untuk menulis. Untuk memfasilitasi kebiasaannya tersebut  Mr Bams menuangkan tulisan melalui Blog. Ia membagikan pengalamannya bagaimana caranya ngeblog.Menurutnya blog sangat bermanfaat untuk menuangkan pengalamannya untuk menuliskan berbagai informasi sepeti puisi, cerpen,puisi, resep makanan,gaya hidup,dan sebagainya.  Kita bisa dapat menulis apa yang kita lihat,dengar dan kita rasakan  dalam hidup kita. Semakin banyak kita menulis dan semakin banyak karya tulis kita akan meningkatkan kepercayaan kita dalam menulis. Karya kita di blog dapat dibaca dan dilihat oleh orang banyak. Membangun blog  tidaklah mudah.Ada berbagai kendala yang sering dialami yaitu kurangnya komitmen,dan tidak konsisten dengan konten,jaringan sedang tidak bersahabat,dan kadang-kadang kehabisan ide.Jika kehabisan ide maka solusinya kita harus banyak membaca. Agar blog kita ramai dikunjungi maka kita dapat bergabung dengan komonitas menulis.Selain itu kitabisa memperkenalkan blog kita kepada yang lain. Bisa di WA, FB, IG, kemudian rajin berkunjung ke blog yang lain. Jika blog kita berisi informasi yang dibutuhkan orang lain maka blog kita akan banyak dikunjungi orang lain. .bila kita seorang guru maka buatlah tugas di blog kita.maka pasti banyak tugas dan pengunjung ke blog kita. Untuk awalnya kita tulis apa yang kita sukai.Bila diawal kita sudah bingung maka biasanya tidak akan jadi.Seiring waktu berjalan mana yang konsisten tulisan-tulisan kita.Hati-hati dengan curhat jangan sampai kelepasan, ingat blog komsumsi publig,pintar-intarlah memposting tulisan. Tantangan guru saat ini luar biasa. Oleh karena itu guru harus memiliki banyak ketrampilan. Salah satu ketrampilan yang harus dimiliki guru adalah ketrampilan menulis. Buatlah tulisan dan kirimlah ke media cetak  ( koran,majalah, media online),membuat buku dan menulis di blog. Buatlh blog yang  dikelola dengan sepenuh hati, tidak hanya memenuhi target. Akan tetapi tumbuh kembangakn blog. Setiap orang punya potensi yang luar biasa. Maka galilah dan kembangkan.  Banyak orang yang akan bisa, tetapi tidak semua orang melakukan sesuatu.

Demikianlah pemaparan materi dari Mr. Bams yang selalu memberikan semangat dengan mengirimkan pesan-pesan bahagia. Menurut beliau bahagia itu harus diciptakan setiap hari.Goresan tulisanmu dengan hati agar dikenang sepanjang hayat. Hadirkan jiwa dan raga dalam tulisan itu untuk membahagiakan yang lain. Maka kebahagian akan datang dengan tak tertahankan. Kita bukan untuk menjadi orang hebat, akan tetapi semoga kita menjadi oarng yang bermanfaat  kapanpun dimanapun dengan siapapun..

  

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 17 September 2020

MEMBIASAKAN DIRI MENULIS.


Materi malam ini               : Inspirasi menulis buku.

Nara sumber                      :   Bpk.Yulius Roma.

Moderator                           :  Ibu  Aam Nurhasanah

Peresume                           : Yohana M.A.Bana.

 

Nara sumber dalam pertemuan ke-20 adalah bapak Yulius Roma Pantandean.  Lahir di Tana Toraja pada tanggal 6 Juli 1984.

Manfaat Menulis.

Menulis buku tentunya memiliki keistimewaan tersendiri, yakni tersalurkan ilmu pengeatahuan dan pengalaman yang kita miliki ke dalam senuah tulisan secara formal. Di samping itu menulis merupakan sebuah kegiatan yang membutuhkan pembiasaan. Membiasakan diri menulis setiap hari. Menulis apa saja semua topik bisa ditulis. Secara pribadi terbitnya karya tulisan pertama dari penerbit Andi, hasil kolaborasi dengan prof. Richardus Eko Indrajit telah memberi kebiasaan baru itu kepadanya. Pembiasaan itu dingkapkan dalam tulisan yang pernah disampaikan sebelumnya di group ini. Kegiatan menulis telah membuatnya untuk selalu  mencoba menuliskan apa yang terlintas di benaknya.Termasuk menulis puisi baik puisi bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.saat ini materi ajar sastra dan bahsa Inggris di kelas IX terkait puisi. Maka sambil mengajar siswa menulis puisi.sekali mendayung ia juga mengasah kempuannya untuk menulis puisi. Setap sore ia menulis minimal satu puisi. Temanya tentang apa saja yang terlintas dipikiran saya. Ini harus COBA dan LAKUKAN. Selain itu beliau mengajak beberapa teman guru untuk mulai belajar menulis.  Mereka bersepakat untuk menuli syang diajarkan di kelas. Topikyang dipilih seputar puisi. Ada dua orang guru bahasa Indonesia yang bersedia. Mereka berspakat menuliskan minimal 40 puisi dengan tema PJJ selama sebulan sepanjang bulan September. Selain menulis sejak  PJJ  diberlakukan  karena pandemi virus corona, beliau mengelola kelas ajarnya dengan menggunakan kombinasi Zoom dan Youtube. Semua tatap muka Semua tatap muka di dokumenatsikan di Youtube: hhtps://www.youtube.com/RomaPatandean

Menulis buku ajar.

Beliau pernah menulis buku ajar tetapi sebatas digunakan di sekolah. Ditulis di tahun 2007 – 2009. Status tertinggi ketiga buku ini adalah  ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja. Printnya masih manual  menggunakan Epson IP2770.

Menemukan Ide

Dalam menulis kita biasanya mentok ide. Beliau punya cara agar ide tidak mentok seperti dalam tulisan ini : https://romapatadean wordpress.com/2020/05/26/pilihan-ganda-atau-essaynilai-kehidupan/

Ada atau Tidak

:https//romapatandean wordpress.com/2020/05/27/ada-atau-tiada/

Kendala kita menulis adalah merangkai kalimat yang panjang. Apalagi dalam konteks menulis buku. Maka ia  mencoba menuliskan ide dengan maksimal 6 kata dalam satu kalimat. Kemudian antara maksimal memililiki 6 kata dalam satu kalimat ini telah sering ia ujikan ke siswa mengajar di WA. Mempraktekan salah satu isi tulisan nya di buku Digital Transformationyakni Ciber Pedagogy. Ini terkait Budayakan dan Konsisten dari CLBK. Ia mengirimkan paragraf singkat ke siswa dimana kalimatnya terdiri atas maksimal 6 kata.Sering kali 8 kata atau 10 kata. Setelah itu ia menanyakan apa keunikan kata tersebut. Intinya di samping mengajar kemampuan menulis juga diasah.

Trik menulis agar tulisan meluas.

Caranya dengan  mengubah  judul Bab buku karena terkadang judul itulah yang mengatasi ruang gerak kita. Judul Bab  ia ubah menjadi sub judul karena pembahasannya terbatas. Kemudian ia mencari topik yang sejenis dengan judul tersebut untuk ia kembangkan terlebih dahulu sebagai sub judul. Jukia ternyata dalam pengembangan sub judul dan lebih luas materinya maka ia geser menjadi judul Bab. Contohnya ia menulis judul Bab Sekolah Pitar,maka ia kumpulkan dulu unsur-unsur yang haru spintar dalam sebuah sekolah. Maka terkumpullah ide sub judul : Kurikulum, Kepala Sekolah, Guru, Tata usaha, Administrasi, Jadwal bangunan,pelatihan,Lacak alumni. Dari judul-judul ini ia beri tanbahan smart, sehingga selesai dituliskan pengembangannya menghasilkan judul Bab SMART SCHOOL.

Menulis Puisi

Menghasilkan sebuah buku sastra, secara khusus puisi,maka sebaiknya konsentrasi pada poko itu. Dengan fokus maka kemampuan mengolah kalimat puisi dibalut kiasan personifikasi, metaforaa simile dan hiperbola akan lebih maksimal. Sama seperti yang ia tulis sekarang. Walaupun sementara menyelesaikan buku Flipped Classroom, setiap sore saat ini, jatahnya menulis puisi,saat menikmati secangkir kopi hangat,maka saya menulis puisi.

Masukan gbr puisi.

Ciber Pedagogy

Ciber  pada siswa, student center.  Ciber Pedagogy adalah sebuah metode dan seni mendidik dengan perpaduan penggunaan teknologi atau seni mengajar dalam lingkungan yang serba online.

Mengatur waktu.

Menjadikan menulis sebagai sebuah budaya, maka ia terlebih dahulu harus memiliki niat dan komitmen yang sungguh-sungguh untuk menulis. Walaupun saat ini waktu dikategorikan padat, ia yang memilih mengatur waktu. Menulis bukunya ia fokuskan diakhir pekan, sementara waktu lainnya sementara waktu lainnya ia gunakan untuk menuliskan apapun yang bisa ia tuliskan.Fokunya saat ini menulis tiga buku: Flipped Classroom,sebuah buku grammar dan buku kumpulan puisi. Agar konsisten, maka ia harus menetapkan visi penulisan itu, yakni tulisan harus selesai dalam waktu yang sudah ia tentukan. Dengan adanya visi dan batasan waktu, konsistensi akan selalu terjaga walaupun berada ditengah kesibukkan.

Agar kita fokus pada tulisan kita maka ia menyiapkan rancangan atau draf penulisan dalam laptop agar ketika membuka laptop tulisan itu akan menyapanya. Selanjutnya perbanyak imput. Artinya memperkaya sumber referensi, baik dari topiknya maupun dari internet. Prof Eko pernah membagi link Pdf di Internet.

Jika kesulitan menulis,rangkailah kalimat dengan sederhana dan singkat selain ituagarmampu mencoba,melakukan dan membudidayakan dan kosisten maka kita perlu menetapkan visidan komitmen dalam menulis. Jangan biarkan waktu yang mengatur kita tetapi aturlah waktu itu.

 

 Salam Literasi  

Rabu, 16 September 2020

MILIKILAH SEMANGAT MENULIS

Materi malam ini : Inspirasi menulis buku.

Nara sumber: Eva

Moderator : Mr. Bams.

Peresume : Yohana M.A.Bana.

 

 Nara sumber malam ini adalah ibu Eva sekota  dengan saya yakni di Kota  Kupang dan bahkan kami berdua berada di gelombang 7 tetapi saya ketinggalan kapal dan tidak bisa mengarungi lautan yang gelombangnya terlalu tinggi apalagi saat itu  mertuaku sakit dan saya harus fokus untuk mendoakannya dan merawatnya dan banyak tugas pekerjaan yang saya harus kerjakan yang  menyita banyak waktuku.

Pada mulanya.

Awalnya  Bu Eva ikut bergabung dan menimba ilmu mengikuti setiap rangkaian materi yang di sajikan dala forum belajar menulis gelombang 7 di bulan Maret bertepatan dengan pandemik dimana rasanya membuat kita membuang waktu dan bingung harus berbuat apa karena mendadak PJJ.Akhirnya pandemik ini membawa berkah peningkatan kompetensi menulis baginya dengan bergabung digroup menulis Om Jay. Setiap hari kami menulis 3 paragraf.

Pemaparan materi.

Pertama dari ide-ide yang dilemparkan Om Jay ke group menulis gelobang 7. Awalnya Bu Eva berpikir Om Jay mengajak kita menulis dengan tema-tema seperti kucing, siomay,anak bayi, pokoknya apa saja yang dilemparkan Om Jay di group kita diharapkan bisa merangkai katahigga minimal tiga paragraf. Dan hari demi hari makin bertambah pengalaman, hadirnya narasumber-narasumber yang luar biasa menginspirasi, membuat semangat untuk menulis semakin besar, dari yang hanya menulis minimal tiga paragraf,pentigraf,hingga menuangkan resume materi dalam tulisan di blog,setiap peserta wajib membuat resume dan memposting di blog. Pengalaman yang luar biasa menghantarkan saya bisa melahirkan sebuah buku pertama.Malam itu kami menerima materi menulis dari Prof Eko    Bu dan temannya di group 7 mengikuti materi dengan seksama demi sebuah resume.demikian tuntutannya seperti itu.Setelah mereka menerima materi seperti itu dari Prof Eko,beliau mengajak sekaligus menantang mreka untuk berkolaborasi menulis bersama Prof Eko dalam jangka waktu satu minggu.Malam itu kami belummengiayakan dalam hati  berpikir ini tantangan gilaa..mana mungkin ibu Eva adalah pemula bisa menulis dalam jangka waktu satu minggu ningga siang hari Om Jay melemparkan sederetan tema yang  ditawarkan oleh Prof Eko dan mereka diminta jika bersedia silahkan copy paste dan tuliskan nomer hp. Ibu Evamembaca semua tema yang ditawarkan semuanya IT meski beliau adalah guru TIK rasanya belum memiliki potensi untuk menuliskan konsep-konsep tema seperti  yang ditawarkan oleh Prof Eko. Dan untuk menjawab tantangan itu dan mau membuktikan dirinya bisa menulis buku maka ia memberanikan diri menuliskannama dan nomer HP hingga digabungkan dalam group menulis Prof Eko dan tergabunglah 21 orang yang bersedia.  Hari pertama menyodorkan main map  tentang buku yang ia akan tulis. Main map ini didapatkan dari belajar menulis bersama nara sumber Akbar Zainudin penulis buku Man Jadda Wa Jadda. Dari main map ini dituangkan kedalam outline yang hari itu juga disetujui oleh Prof.Eko jawaban Prof Eko itu VERY GOOD,Prof meminta untuk mengirim daftar isi.  Mulai bersemangat tetapi bingung sendiri. Petualanganpun dimulai Bu Eva membuka sejumlah referensi dan salah satunya ialah buku UKTUB panduan lengkap menulis buku dalam 180 hari dan referensi buku yang ditulis Om Jay. Bu Eva belajar tahap membuat daftar isi yang dikembangkan dari main map.hari kedua langsung menyerahkan outline dan daftar isi dan cover bukunya langsung diberikan oleh Prof .Eko. hari ketiga sampai kelima dilewati dengan benar-benar fokus mereka berada dalam kegilaan menulis.Bu eva benar-benar fokus pada menulis hingga lupa semuanya dan yang diingat hanyalah menulis.Ia selalu berdoa memohon kesehatan dan kemudahan darinya. Dari 21 orang yang tergabung hanya 11 orang yang menjawab tantangan itu. Kemudian tanggal 23 Mei 2020 tibalah waktunya mereka mendengar hasil evaluasi dan pengumuman yang lolos untuk diterbitkan di penerbit Andi.9 orang yang menulis berhasil diterima tanpa direvisi.

Sesuai tema malam ini adalah Inspirasi menulis buku.sebagai sahabat rumah belajar memberinya inspirasi untuk menulistentang kelas maya rumah belajar. Pengalaman sebagi instruktur kurikulum 2013. Menginspirasinya menulis tentang Optimalisasi model-model pembelajaran Inovatif.dan ia sementara menulis tentang “Belajar Merdeka dan Merdeka Belajar. Ketika kita menulis dengan niat berbagi akan adajalan terbuka dan mempertemukan kita dengan orang-orang hebat yang luar biasa,menginspirasi dan selalu berbagi.

Dan ada satu prinsipyang ibu Eva pegang saat ini adalah semakin dibagi semakin tak terbatas. Semakin kita punya niat untuk berbagi semakin ada ide-ide yang muncul dalam pikiran dan hati kita. Setelah buku pertama terbit semakin memotivasinya untuk menghasilkan karya-karya yang lain. Setelah semua tulisan dirampung menjadi satu buku maka kata pengantar diminta dari Om Jay.

Kata Motifasi dari Bu Eva.

Hilangkan keraguan yang ada,hargai potensi kita sebgai makluk ciptaan Allah yang sempurna dan memilki bakat masing-masing.Yakinlah dalam diri batu hambatan yang ada harus bisa kita pecahkan.

Pesan Prof. Eko untuk bu Eva adalah “cita-cita itu harus dikejar seperti laskar pelangi”  

Kata Penutup

Kata penutup dari Bu Eva adalah “Semangat” kekuatan inilah yang akan menggerakan kita, membuat kita bisa mengolah pikir,rasa.karsa dan raga menjadi tenaga yang akan menggerakan dari dalam untuk kita bisa berada dalam kegilaan menulis. Dan bu Evasudah membuktikannya, ketika semangat itu menyala  dengan baik semua halangan rintangan terlewati dengan baik. Selalu yakin Allah melihat kesungguhan kita dan Allah akan membuka simpul-simpul ide dalam diri kita dan kita ikuti alurya biarkan dia larut dalam kegilaan menulis. Jangan kita membendung tetapi kita biarkan ide itu mengalir dengan lancar tanpa hambatan. Mulailahlah sekarang, pecahkan batu penghalang, jadikan allah penolong kita, semangat itu pasti akan terjaga hingga satu buku rampung.Bergerakalh menulis, maka pergerakan itu akan menghentar kita pada satu tujuan.

SUKA DUKA HIDUP DITENGAH PANDEMI

SUKA DUKA HIDUP DI TENGAH COVID

a.   Awal mula menghadapi Virus.

Di Indonesia setiap harinya penderita covid semakin meningkat. Tragedi  ini benar-benar membuat setiap orang merasa tergoncang, Hal ini merupakan suatu ancaman besar bagi masyarakat Indonesia, keluarga dan masing-masig pribadi. Banyak orang yang di PHK dan kehilangan pekerjaan  . Kita  tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan seperti ini. Seandainya negara  kita sudah tahu atau menduga bahwa akan mucul virus seperti ini, maka pastilah negara sudah mempersiapkan masyarakatnya lebih awal untuk menghadapinya. Selama ini sudah ada seruan bahkan sosialisasi untuk meningkatkan kompetensi dan  mempersiapkan diri menghadapi ketrampilan mengajar  abad 21. Tetapi semua hanya sebatas mengikuti pelatihan. Dan pelatihan itu juga tidak membawa manfaat.  Saat itu juga guru dituntut untuk mengajar menggunakan IT. Untuk menggunakan IT juga hanya dilakukan oleh segelintir orang saja. atau para guru TIK karena pada umumya banyak guru yang belum bisa mengajar menggunakan LCD.  Dengan adanya virus ini membuat seluruh jagad raya ini mengalami perubahan total. Perubahan  di berbagai segi tatanan kehidupan manusia. Para ahli memprediksi kapan berakhirnya  virus ini namun para ahli tidak dapat memastikan  sampai kapan virus ini berakhir. Para medispun belum menemukan vaksin atau obat untuk menyembuhkan penderita covid. . Berbagai kebijakan   dibuat  oleh Pemerintah  untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid 19.

Pertama-tama melakukan isolasi pemisahan orang yang menderita covid dengan yang tidak terinfeksi, social distancing (pembatasan jarak sosial ) karantina wilayah ( lokdown) oleh berbagai Negara. Dan  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuat kebijakan Pembatasan Wilayah Berskala Besar ( PSBB) .Kemudian mengatur tentang adanya perintah  stay at home ( berdiaam di rumah)  Presiden membuat kebijakan untuk bekerja dari rumah (work From Home/WFH) beribadah dari rumah dan  belajar dari dirumah. ( Learning From Home /LFH)  Selanjutnya perlu menjaga kebersihan,menggunakan masker secara benar ,mencuci tangan , jaga jarak, dan menghindari  kerumunan. Tetap menjaga imun tubuh, makan makanan yang bergizi,isterahat yang cukup agar tidak gampang terinfeksi.

b.       Hadapi Covid dalam keluarga masa pandemi.

Dalam kondisi penyebaran covid maka pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan, tetapi pembelajaran berlangsung di rumah. Selama ini  pendidikan informal, di lakukan  dirumah. Pendidik yang pertama dan utama adalah orang tua yakni ayah dan ibu. Sedangkan pendidikan formal berlangsung di sekolah. Dengan adanya pandemi covid 19  pendidikan informal dan formal berlangsung dirumah. Maka orangtua berperan ganda.

 Orang tua berkewajiban memberikan didikan, asuhan, arahan dan bimbingan kepada anaknya. Pendidikan yang diberikan  kepada anak sebagaimana yang dikatakan oleh Ulwan (1981) adalah pendidikan keimanan, pendidikan aklak moral,pendidikan intelekual,pendidikan jasmani, pendidikan sosial, dan kepribadian,dan pendidikan seksualitas. Hal ini merupakan tanggung jawab orangtua sebagai guru bagi anak-anak.

Sejak libur hari pertama sampai pada hari ke-14, orang tua masih melaksanakan kegiatanya dengan sabar dan penuh pengertian dalam minggu pertama. Tetapi memasuki minggu kedua sudah merasakan beban yang sangat berat dalam keluarga. Mulai muncul pengeluhan tentang kebutuhan dalam rumah tangga. Orang tua mulai merasakan beban yang sangat berat. Anak-anak juga sudah bosan tinggal di rumah, anak-anak mulai merindukan gurunya karena mamanya bukan guru. Mereka juga merindukan teman-teman agar bisa bertanya dan saling mendorong dalam belajar. Mereka menuntut untuk segera masuk sekolah karena tidak mengerti tugas yang diberikan oleh guru. Dan orang tua tidak sanggup memberikan penjelasan yang benar. Setelah 14 hari libur namun virus ini semakin meningkat, maka Menteri mengunumkan agar libur diperpanjang sampai tahun pelajaran baru. Maka kami kembali melanjutkan bekerja dari rumah yakni saya  selalu mengajar dari  teras rumah kami. Dan kami beribadah dari rumah secara online melalui  Youtube atau radio. Serta 3 orang anak  putri yang masih SD mempergunakn teras rumah untuk belajar. 6 orang anak-anak laki-laki belajar disalah satu ruangan dekat wifi. 

c.       Aksi peduli covid.

Di mana-mana timbul pegeluhan, akhirnya aksi nyata mulai digerakan,bantuan-bantuan mulai dikumpulkan dari kantor, sekolah, Pramuka, kelurahan dan RT  bahkan pemerintah mulai melakukan aksi peduli covid. Setelah mengalir bantuan dari pemerintah maka orang mulai tenang dan hidup stabil ditengah covid. 

d.      . Kegiatanku sehari - hari.

Kegiatan sehari-hari yang dilakukan pada masa pandemi adalah bervariasi. Karena bekerja dari rumah segala pekerjaan di kerjakan semua. Setiap hari  saya  mempersiapkan makan  untuk  kami semuanya. Anak-anakku semuanya bejumlah sembilan orang, jadi kami berjumlah 11 orang. Setelah semua menikmati makan pagi  saya mengajar  melalui WA namun siswa-siswa ingin melihat wajah saya maka atas bantuan anakku kami membuat video pembelajaran. Video ini saya persiapkan lebih awal sehingga tiba jadwalku saya hanya mengirimnya kepada anak-anak. Jujur saja selama ini tidak pernah membuat video pembelajaran . Tetapi karena terpaksa dalam keadaan yang amat susah saya harus membuat video karena anak-anak sudah rindu untuk mengajar secara tatap muka.Setelah membuat persiapan mengajar saya mendampingi mereka dalam belajar. Setelah belajar kami menanam sayur, karena selama covid tidak pergi ke pasar. Setelah masa New Normal kami tetap menanam sayur karena sudah terbiasa menanam sayur. Kegiatan  itu amat menyenangkan bagi kami. Ternyata covid membawa keberuntungan,  kami bisa menikmati makan sayur yang tidak memakai pupuk pabrik tetapi pupuk hewan yang diambil dari kambing kami sendiri. Saya juga mengikuti kegiatan webinar-webinar

Mengajar menggunakan WA  siswa yang tidak mengerti mereka bertanya seperti gambar yang ada anak panah dibawah ini:

.

Walaupun belum pernah membuat video pembelajaran tetapi berusaha untuk membuat pelajaran atas bimbingan  Ega  Leobisa  anakku no.2, yang adalah siswa SMA Negeri 2 Kupang.


Setelah selesai mengajar dan tidak ada kegiatan lagi maka kami menanam sayur.



Beribadah dari rumah secara online melalui youtube atau radio.

e.   Mendampingi anak belajar.

Mendampingi anak dalam belajar merupakan pekerjaan yang paling merepotkan bagi saya. Karena jumlah anak yang banyak. Anak kandung dua orang ditambah anak angkat tujuh  orang.  Tiga anak di SD, dua anak di SMP, dua anak SMA, satu anak di Perguruan Tinggi, dan satu anak tamatan Sarjana Biologi. Setelah membereskan pekerjaan rumah saya mendampingi mereka dalam belajar. Yang paling merepotkan adalah  3 orang anak  SD. Mereka yang ada di SD sudah ada kesepakatan  bersama para guru dalam rapat bahwa sebagian besar siswa tidak punya HP jadi orang tua pergi ambil tugas disekolah dan setelah anak mengerjakannya orang tua antar kembali kesekolah. Dua anak SMP, saya hanya mengingatkan mereka untuk belajar. Karena saya ada dalam group merekadi sekolah dan tahu bagaimana perkembangan mereka dalam belajar. Sedangkan dua anak SMA, mereka berdua belajar mandiri dan  saya hanya mencek mereka dalam mengerjakan tugas. Saya tidak bisa mengajar atau menerangkan mereka karena saya belum menguasai mata pelajaran yang lain. Dari sembilan orang ini semuanya sudah memilik HP kecuali 2 anak SD yang masih kelas V. Karena ketika mereka belajar mereka selalu bermain Game   dan tidak mengerjakan tugas.Maka saya belum meberikan HP bagi mereka. Tetapi mereka berdua sudah meminta saya untuk beli HP. Dan pasti saya akan berikan karena mereka adalah anak-anak generasi Z yang harus belajar menggunakan HP. Sedangkan anak yang kuliah belajar mandiri.

f.       Kendala yang dihadapi.

Ada sejumlah kendala yang dihadapi, dimana harus punya akses internet yang memadai, punya HP android yang ram besar. Covid yang hadir secara mendadak membuat semua orang harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya.  Karena mendadak, jadi materi - materi pembelajaran yang ada selama ini harus diubah menjadi format daring. Dari RPP satu lembar perlu direvisi atau diperbaharui menjadi  RPP daring.

Dari membuat format daring memberikan tugas kepada peserta didik, ternyata transfer ilmu pengetahuan juga kurang memadai,atau kurang maksimal dibandigkan dengan bertemu secara langsung. Terlebih bidang studi-bidang studi yang sebagian besar materinya harus dipraktekan. Banyak guru yang mengeluh karena sebagian besar siswa tidak mengerjakan tugas secara tuntas kebanyakan kakak atau orang lain yag mengerjakan. Kehadiran covid merupakan satu ujian terbesar untuk menguji sejauh mana ketahanan IT kita dalam menghadapinya. Dulu pembelajaran TIK yang dipandang sebelah mata sekarang menjadi perioritas utama tanpa TIK  orang tidak bisa bekerja secara maksimal.. Seandainya kita tahu bahwa akan hadir covid maka tentunya kita mempersiapkan diri bahkan anak-anak kita sudah mendapat pelajaran TIK  dari  sekolah dasar.

Kesimpulan Akhir.

Akhirnya dengan adanya pelaksanaan  pembelajaran jarak jauh ini maka setelah guru-guru, siswa dan orang tua bekerja sama untuk belajar maka ada berbagai keuntungan yang didapatkan dari pembelajaran daring.

a.Menguntungkan  bagi guru-guru.

1.      Guru-guru setelah belajar dan mahir menggunakan media pembelajaran daring maka mereka dapat mengajar satu hari bisa 4-5 kelas bahkan ada yang melebihi itu. Karena program pembelajaran sudah ada,dikirim  kepada siswa dan cek tugas kembali. Ada anak yang memori HP 2 ram saja maka tidak bisa memuat tugas yang begitu banyak  mereka mengantarnya di sekolah. Sedangkan ada yang langsung mengirimnya lewat ClassRoom.

2.      Pembelajaran daring bisa dilakukan dimana saja, sehingga guru bisa mempunyai waktu luang untuk belajar dan juga bekerjadi rumah, mengurus pekerjaan rumah.

3.      Guru-guru tidak mengajar dengan berada di dalam kelas dan tidak berhadapan langsung dengan anak-anak yang suka membuat kasus dan guru harus menyelesaikan persoalan singkatnya tidak emosi.

4.      Guru tidak selamanya mengajar dengan menguras tenaga, bersuara di kelas dan juga mersa lelah karena jam isterahat hanya 15 menit saja.

b.Menguntungkan bagi orangtua: 

1.      Karena pembelajaran tatap muka ditiadakan jadi siswa belajar dari rumah orangtua tidak capai antar jemput.

2.      Orang tua dapat mengontrol langsung anaknya dan dapat mengetahui kemampuan anaknya dalam mengerjakan tugas.

3.      Orang tua dapat mengawasi langsung anaknya dari rumah.

4.      Uang jajan sudah tidak diberikan maka dapat menghemat ekonomi rumah tangga.

c.Menguntungkan bagi siswa.

1.      Siswa sangat senang belajar di rumah karena di rumah ada wifi  atau akses internet sehingga dengan leluasa mengerjakan PR.

2.      Siswa memiliki waktu untuk belajar lebih

3.      Ada banyak tugas yang tidak dimengerti bisa bertanya kepada temannya dan juga klik di google..

4.      Siswa memliliki banyak waktu mengerjakan hobbynya.

Inilah beberapa keuntungan pembelajaran daring. Dengan demikian jika pembelajaran ini dipersiapkan secara terencana,teratur dan sistematis maka akan sagat memudahkan bagi  guru,siswa dan orang tua dalam melaksanakannya.

Saran.

Selanjutnya disarankan kepada orangtua, siswa dan guru untuk tetap semangat.  Bekerja sama agar tercipta suasana belajar  yang nyaman, sehingga  tercapai pembelajaran yang mmaksimal dengan tidak merugikan siapapun. Disarankan agar pembelajaran TIK harus dimulai sejak awal ykni dari Sekoalh Dasar.

 

 

 

 

 

 


Menghadapi Tantangan Hari Ini

Renungan pagi tanggal 19 September 2025. Tema: Menghadapi Hari Ini dengan Iman dan Pengharapan Firman Tuhan : Mazmur 118:24. Firm...