Selamat datang di: "Menulislah Sekarang Sebarkan Inspirasimu ke Mata Dunia". Datang dan temukan artikel,cerita,renungan,dan refleksi yang dirancang untuk memotivasi anda menulis dan berbagi ide-ide berlian dalam dunia. Bergabunglah dengan kami dalam perjalanan ini untuk menginspirasi, dan menggerakkan perubahan melalui kata-kata dalam menulis.
Selasa, 15 Februari 2022
MENULIS
Jumat, 28 Januari 2022
KENANGAN INDAH BERSAMA IBUKU
Ibuku adalah seorang wanita yang sangat tangguh dan ulet dalam membesarkan dan mendidikku. Ibuku bernama Nelci Nomleni.Ayahku bernama Nehemia Bana. Kedua-keduanya selalu hidup dalam kasih. Ibuku sangat menghormati dan menghargai ayahku. Sebaliknya ayahku mencintai dan mengasih ibuku.
Saat kecil Ibuku tidak pernah
memeperkenalkan nama ayah kepada kami. Ibuku tidak pernah menyebut nama ayah.
Ibu memanggil nama ayah dengan sebutan: “
ayah atau bapak”. Keluarga juga menyebut ayahku dengan nama anak pertama. Anak
pertama nama Min jadi panggil ayah Min amaf.
Nama ayahku baru diketahui olehku ketika
ayah menulis namanya pada raport SD kelas satu.
Ibuku melahirkan sembilan orang anak dan saya
adalah anak keempat.
Saya ingin menulis kenangan
indah dengan ibuku agar jangan hilang ditelan zaman. Kenangan-kenangan ini
kuabadikan dalam hatiku.Tertulis agar anak cucuku dapat membacanya dan
meneruskannya turun temurun. Anak-anak perlu tahu ceritera ini sehingga
menghormati orang tua selagi ada. Ketika orang tua sudah tidak ada, kenangan indah
bersamanya jangan dilupakan begitu
saja.. Selain dari itu anak-anaknya perlu belajar dari orangtua yang tidak
pernah menuntut balas. Kasih sayang ibu
tidak dapat diukur dan dihitung. Segala pengorbanannya tidak dapat
dibalas. Ia hanya memberikan kepada
kita. Ia tidak mengharapakan untuk kita menggantikan kembali. Asal kita
berhasil,ia sudah tersenyum. Sudahkah kita membuat ibu tersenyum?
1.
Masa
aku Lahir.
Ayah selalu menceritakan
kisah saat ibu mengandungku. Ibuku sangat menderita saat hendak melahirkan.
Rasa sakit dan perjuangan yang hebat yang terjadi di dalam dirinya.. Menurut ceritera
ayahku,ibu menderita sakit selama satu minggu baru melahirkanku. Bahkan ayahku
pergi dan memohon bantuan doa dari Om dan Tanta. Mengapa ayah tidak membawa
saya ke rumah sakit ? Ayah tidak membawa ke rumah sakit karena ibu
takut operasi. Pada Zaman itu belum ada dokter,yang ada hanya pak Mantri
dan rumah sakit Susteran. Aku mengenal
baik sorang suster yaitu Suster Finealda. Ibuku selalu membawaku ke rumah sakit
Susteran yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Aku merenung ,tidak ada seorang wanita sehebat
ibu yang telah melahirkanku, Pengorbananya tiada taranya. Sebuah pengorbanan
dan perjuangan yang sangat hebat mempertaruhkan diri antara mati dan hidup. Ibuku
laksana seorang prajurit yang siap melawan maut saat melahirkanku. Ketika
terdengar suara tangisan pertamaku itu berari ibuku menang dalam pertempuran..
Semua keluarga yang hadir disekelilimgku menyambut dengan gembira.
Ungkapan syukur dan doa dinaikan. Ayahku bertelut dan berdoa karena ibu selamat dalam melahirkanku. Ayahku sangat bersukacita memliki seorang isteri yang sangat setia mendampinginya sampai hari ini.
.2. Masa Kecilku
Sebenarnya
kedua orangtuaku menginginkan seorang anak laki-laki. Mereka bergumul da[am doa
dan pengharapan . Walaupun keinginan
mereka tidak tercapai namun kedua orang tua dan keluargaku menjaga aku dengan
penuh kasih sayang. Mengapa mereka menjagaku dengan penuh kasih sayang dan
waspada? Hal itu disebabkan dua orang yang mendahuluiku meninggal pada masa
kecil. Masa kecilku penuh dengan riang dan gembira. Bila aku sakit semuanya
sangat waspada dan semua berdoa dan mengharapkan keselamatan dari Tuhan.
Kedua
orang tuaku memohon kepada semua keluarga agar mengajarku berbicara bahasa
Indonesia. Keluargaku tiap hari berbicara menggunakan bahasa daerah. Kakak-kakakku melatihku berbicara dengan
lancar. Aku selalu menemani kakak-kakakku bila bepergian. Setiap hari pulang
sekolah kakak dan ayahku bergantian mengajarku. Walaupun ayah sudah capai dalam
seharian bekerja namun setiap malam tidak pernah lalai mengajarku .Ayah
mengajarku sampai bisa membaca. Jika ayah pergi berdagang,kakak yang
mengajarku. Ayah biasanya menjadi pedagang, yang berjalan dari kampung ke
kampung.Ayah menjual selimut dan sarung. Selimut dan sarung itu bisasa ditenun
oleh ibuku.
Bila
kuingat masa kecilku sangat menggembirakan aku selalu menyanyi lagu ini:
Bila
kuingat lelah
Ayah Bunda
Bunda
piara piara akan daku
Sehingga
aku besarlah
Waktuku
kecil hidupku
Amatlah
senang
Senang
dipangku dipangku dipeluknya
Serta
dicium dicium dimanjakan
Namanya
kesayangan.
Sumber:
https://m.kapanlagi.com>lirik>artis
Menyanyikan lagu ini
membangkitkan semangat dan kegirangan bagiku. Lagu ini ,mengingatkan kembali
masa kecilku yang selalu dibesarkan dalam kasih sayang dan penuh bahagia.
2.
Masa
Sekolah di SD
Masa-masa sekolah adalah masa
yang sangat menyenangkan. Menjadi seorang ibu bukan pekerjaan yang mudah. Ibuku
ingin agar aku menjadi anak yang pandai. Ibu selalu mengijinkan aku pergi ke
sekolah bersama kakak- kakakku. Setiap hari kami tidak pernah alpa karena di
sekolah sangat menyenangkan. Jam Isterhat kami selalu bermain bersama dan
sangat menggembirakan.
Akhirnya saya berumur tujuh tahun
saya di daftarkan di kelas I. Dan saya menempuh masa pendidikan di SD 6 tahun.
Sungguh bahagia, memiliki ibu yang
sangat bijaksana dapat mempersiapkan masa sekolahku dengan matang akhirnya aku
bisa dapat meraih prestasi yang baik di sekolah.
3.
Kenanganku
bersama Ibuku setiap hari.
Ibuku selalu menenun untuk
menambah penghasilan keluarga. Hasi l
tenun itu dipakai untuk membiayai studiku. Kakakku yang kedua selalu menggantikan posisis ibuku di dapur. Ia
ditugaskan ibu menyiapkan makanan untuk kami sekeluarga.
Jika ada waktu senggang ibuku
selalu menjahit. Saya selalu bertanya pada ibuku apakah nenek suka menjahit,
Beliau selalu tidak menjawab karena fokus dengan menggunting potongan-potongan kain
yang hendak dijadikan baju. Dengan teliti dan lincah ibuku menggunting. Aku
memperhatikan itu dengan cermat. Terkadang aku ingin mencoba menggunting .
Ibuku berulang-ulang mencegahnya.
Katanya aku masih kecil. Tiap hari dilakukan oleh ibuku akhirnya sudah menjadi
kebiasaan. Dan aku selalu membantu ibuku untuk memasukan benang di dalam jarum.
Ibu meminta bantuanku ketika hendak
menjahit. Aku melatih untuk
menyambungkan potongan-potongan kain yang sudah tidak terpakai. Hari ke hari,
makin lama makin besar, aku juga berusaha untuk meniru ibuku menjahit. Hal itu
dilakukan terus - menerus namun selalu gagal. Aku tidak sehebat ibuku yang
dengan cermat menjahit baju-bajuku. Apalagi saat aku mau ikut lomba paduan
suara atau menari di sekolah. Disekolah setiap triwulan selalu ada program
menari.
Kenanagan
indah bersama ibuku menjahit, membuatku sekarang juga berjuang dan berusaha untuk menjahit sendiri
baju-bajuku. Sebenarnya aku bukan tukang jahit. Aku ingin memakai baju buatan
tanganku sendiri,
Ibuku
juga rajin membuat kue untuk aku dan
adik - adikku menjualnya setiap sore. Jika setaip sore kue-kue tidak habis
terjual kami membawa pulang. Ibuku
membaginya secara merata kepada kami semua di dalam rumah. Bila hanya sedikit
jumlahnya maka ibuku akan membuat kue lagi sehingga dibagi secara adil kepada
kami semua.
Ibulu
memiliki sejumlah ilmu, hampir semua ilmu di kuasainya. Ibuku tidak pernah sekolah. Ibulu ternyata
memiliki hikmat yang di karuiakan Tuhan. Ia diberi kemapuan oleh Tuhan untuk
melakukan segala pekerjaannya dengan baik. Dalam ilmu kesehatan. Bila aku sakit, ibuku
merawatku dengan baik. Ibuku seperti seorang bidan atau dokter. Ibuku
menggunakan tangannya untuk mendeteksi suhu panas yang ada dalam tubuhku.
Tangan ibu seperti alat pengukur suhu.
Ibuku mampu untuk mendeteksi apakah kami sakit malaria atau panas dalam. Jika
ibu mengetahui bahwa saya menderita malaria, maka ibuku akan berusaha untuk
mencari obat malaria. Ibuku mulai memetik 3 helai daun papaya dan menumbuk daun papaya ini sampai halus. Ibuku
menambahkan segelas air di dalamnya. Diaduknya air daun papaya itu dan disaring. Setelah ibu
menyaringnya,ibuku berdoa. Sehabis berdoa ibuku memberi minum pada saya. Betapa
pahitnya daun papaya itu. Ibu mengambil sebagian dan mengolesnya pada tubuhku.
Beberapa jam kemudian ibuku menggunakan tangannya dan mendeteksi tubuh kami.
Setelah meminum jus papaya yang diberikan, tubuh yang tadinya panas tinggi mulai hangat dan akhirnya sembuh. Bila
perutku sakit atau mengalami diare. Ibuku akan memetik segenggam pucuk daun jambu dan segenggam pucuk daun delima di masak dengan
air tiga gelas sampai mendidih dan tinggal satu gelas diberi minum padaku
hingga sembuh.Dan masih banyak lagi ramuan-ramuan yang dilakukan ibu bila aku
sakit.
Dalam
ilmu kesehatan ibu sangat hebat dalam menjaga kesehatan kami. Tangannya
bagaikan tangan dokter yang selalu memeriksa
segala penyakitku. Kami 9 bersaudara tidak pernah dibawa ke dokter
semasa kecil. Ibuku selalu menjaga kesehatan kami. Setiap tengah malam ibuku
selalu bertelut,berdoa dan menyebut nama kami satu demi satu. Ibuku tidak
pernah alpa setiap malam. Hal itu selalu terdengar di telingaku saat ibuku
berdoa. Hal itu merupakan harta rohani yang diwariskan kepadaku. Saya terkadang
menyadari, saya tidak sama seperti
ibuku.Aku terkadang lalai dalam berdoa.
Masih banyak lagi kenangan yang indah yang hendak kulukiskan tentang ibuku yang hebat. Ibuku sampai saat ini masih ada dan setia mendampingi ayah dan hidup bersama Sembilan ( 9) orang anak. Delapan ( 8 ) orang anak sudah menikah semua. Ada 16 cucu, 7 orang cece.
Cucu dan Cece yang hadir dalam sebuah acara keluarga..
Bersama
ayah,ibu dan saudara-saudara di masa pandemic.Kami hanya bisa bertemu di layar kamera. Senyum
salam dan sapa dari jauh. Pertemuan dalam layar selalu mengingatkan kembali
semasa kecil saat tinggal bersama di rumah ayah dan ibu. Ayah dan ibuku selalu
mendoakan kami agar tetap bahagia. Doaku untuk Ayah dan Ibuku agar tetap sehat
selalu.
Ibuku memang
wanita terhebat bagiku.
Tiada yang
sebanding dengan dirinya.
Kamis, 01 April 2021
REFLEKSI SETAHUN PANDEMI COVID -19
Sudah setahun pandemi covid -19 melanda negeri kita, bahkan seluruh alam semesta. Makluk yang sangat kecil ini telah menelan banyak korban jiwa, dan juga mengubah wajah dunia. Dunia yang semula hiruk pikuk tiba-tiba sunyi sepi.
Tentunya dari perjalanan setahun ini meninggalkan banyak kenangan, pengalaman, serta harapan. Banyak penulis yang sudah menuliskan refleksi setahun pandemi ini dalam berbagai bentuk artikel, cerpen, puisi, buku dan juga dalam berbagai bentuk karya lainnya.
Saya sebagai guru yang beralih fungsi dari guru menjadi pengawas di masa pandemi sungguh sangat sulit menjalankan tugas yang baru. Banyak tantangan - tantangan yang dilalui di masa pandemi setahun. Setahun pandemi saya bergabung dalam group belajar menulis yang diprakarsai oleh Bapak wijaya Kusuma-Guru Bloger Indonesia. Para sahabat -sahabatnya menyapa dengan sapaan Om Jay. Bergabung juga dengan para penulis lainnya, mereka yang hebat dan profesional di bidang IT. Teman-teman penulis menuntun,mengajar dan melatihku untuk menulis.
Tanpa disadari covid -19 makluk kecil ini yang tidak dilihat dengan mata telah mengajar dan memaksa kita untuk segera berubah. Makluk ini telah membuka cakrawala berpikir manusia untuk menggunakan teknologi digital dalam rangka membangun peradaban baru manusia yang berkarakter
Dalam
keadaan yang sangat mendesak dan mendadak ini, yang hadir tanpa persiapan
kita menuntut dan mengharuskan kita untuk segera
menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Dalam dunia pendidikan menuntut
lembaga pendidikan untuk melakukan berbagai inovasi dalam proses pembelajaran.
Sejak adanya
kebijakan untuk melakukan work from home {WFH],social and physical distancing.
Dalam kebijakan itu mengharuskan kita sebagai umat manusia untuk bekerja,
belajar dan beribadah dari rumah.
Kegiatan
webinar mulai dilakukan oleh berbagai lembaga. Manusia di satukan dalam satu
aplikasi bertemu secara virtual. Saling berbincang-bincang bagaimana caranya
mengajar melalui berbagai aplikasi daring. Hal ini mempercepat penerapan
pendidikan era revolusi industri 4.0. Dengan diterapkan pembelajaran daring
menuntut peran teknologi dalam bidang pendidikan ,para tenaga pendidikan dan
peserta didik perlu melatih diri dalam menggunakan atau memanfaatkan teknologi
yang ada sesuai kebutuhan.
Pada masa libur selama 14 hari pada awalnya, di bulan Maret 2020 tidak berhasil memutuskan mata rantai penyebaran covid. Pandemi covid-19 semakin meningkat pemerintah mengumumkan untuk libur diperpanjang lagi sampai tahun ajaran baru. Banyak webinar- webinar menjamur, melatih agar setiap pendidik mempersiapkan diri untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Dalam pertemuan bersama Prof. Eko. Dalam sebuah webinar beliau mengatakan sekarang ini kita berada dalam PJJ dadakan, selanjutnya PJJ terencana dan pada akhirnya PJJ mendunia.
Pembelajaran
Jarak Jauh.
Pembelajaran
Jarak Jauh [ PJJ ] adalah Pendidikan
formal berbasis lembaga yang mana
peserta didik serta pengajarnya terpisah. Sehingga memerlukan system telekomonikasi
interaktif untuk menghubungkan keduannya dan berbagai sumber daya yang
diperlukan di dalamnya. Pembelajaran elektronik [e-learning ] atau pembelajaran
daring [online] merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus
menggabungkan teknologi gawai dan teknologi berbasis internet. Penggunaan
jaringan internet teringgi pada masa pandemic.Grafik pengguna internet semaikin
meningkat memunculkan peluang dan keuntungan baru dalam dunia pendidikan.
Dengan memanfaatkan peluang itu dapat
mengakses materi dan berbagai informasi secara meluas dan cepat. Dan tantangan
yang terjadi adalah munculnya berita-berita hoaks yang sangat meresahkan
masyarakat. Selain itu juga ada hal-hal negative yang tidak dapat dijamin
untulk diakses oleh anak-anak dibawah umur.
Dengan
berlangsungnya PJJ maka berkembangnya metode pembelajaran yang baru yang tidak
lagi dibatasi opleh ruang waktu dan sumber belajar. Kemajuan teknologi yang
semakin pesat dengan berbagai ragam desain
digital yang terus berkembang,maka menghadirkan tugas-tugas baru yang
perlu dilaksanakan oleh pemangku pendidikan untuk terus menyelaraskan kegiatan
pembelajaran dengan metode daring.
Dengan adanya pembelajaran dengan menggunakan metode daring, timbulnya banyak tantangan yang di hadapi oleh siswa, guru dan orang tua murid. Banyak siswa yang senang dan mengikuti pembelajaran jarak jauh secara teratur. Banyak siswa juga yang tidak mengikuti dengan baik sehingga guru harus bersusah-susah menghubunginya. Bahkan di sekolah lain guru mengunjugi siswanya di rumah. Ada orang tua yang menyambut baik tetapi ada juga yang merasa kwatir apakah guru yang datang ini sehat atau tidak. Barbagai upaya dilakukan oleh guru agar siswa bisa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
Begitulah dinamika kehidupan di masa pandemi. Masa-masa sulit ini telah mengajarkan hal-hal baru bagi kita. Hal ini akan menjadi lebih baik jika kita jalaninya dengan penuh ucapan syukur.
Rabu, 23 September 2020
Kalimat
Bahagia Mr.Bams.
Materi malam ini : Inspirasi menulis buku.
Nara sumber : Mr. Bams.
Moderator : Ibu Sri Sugiastuti
Peresume : Yohana M.A.Bana.
Nara
sumber dalam pertemuan kedua malam ini, Senin,5 Agustus 2020 pukul 19.00 – 21.00 di kelas menulis Om Jay menghadirkan seorang nara sumber yang selalu
tampil dengan kalimat-kalimat bahagianya yakni Bambang Purwanto,S.Kom.Gr. ayah
seorang anak ini dilahirkan di Bandung pada tanggal 6 April 1974. Ia bisa di
sapa Mr. Bams. Ia memiliki rumus yang terkenal dengan singkatan
MAU ( Motivasi Aksi Unggul) motivasi berupa,impian,harapan,cita-cita
yang merupakan kekuatan. Kekuatan ini harus diimbangi dengan aksi nyata supaya dapat terwujud.Aksi nyata
ini harus unggul dalam hati kita . Dengan rumus ini kehadirannya sangat
dibutuhkan oleh-olehorang-orang disekitar karena di dalam diri orang itu ada
begitu banyak keunggulan. Keunggulan
dari Mr. Bams yang memliki profile yang
luar biasa telah memberikan nilai tambah bagiku.Ia senantiasa hadir dengan
mengirmkan daftar hadir tepat pada waktunya setiap kali pertemuan dan tidak
pernah lalai. Beliau juga selalu bersedia menjadi moderator dalam beberapa
pertemuan. Satu kelebihan yang istimewa dari Mr.Bams adalah setiap hari menuliskan
kalimat bahagia yang bila kiat membacanya semakin menambah semangat untuk
menjalani hidup hari tiu.
Sebelum
Mr.Bams menjadi guru beliau menjadi pendongeng keliling. Sumbernya didapatkan
dari hasil bacanya setiap hari. Ia telah mendirikan Taman Baca Masyarakat As
Lebakwangi membawa ia menerima penghargaan. Penerima Sabilulungan Award dari
Bupati Kabupten Bandung,bidang penggerak sosial dan budaya (2018) Juara 1 Pengelola TBM tingkat Propinsi Jawa
Barat(2014) Juara I pengelola TBM
tingkat Kabupaten Bandung. (2014) Juara II Pengelola TBMtingkat
Kabupaten Bandung (2013) Selain itu
Sekolahnya yaitu SMP taruna Bakti mendapatkan juara literasi kategori utama. Mr
Bams sebagai ketua tim litersi mendapatkan penghargaan .Penerima anugerah Widya
Pratama Kategori penggerak Litersi dari Dinas Pendidikan Kota Bandung ( 2019)
Mr. Bams mengikuti Guru Inspiratif dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (2019)
kebiasaannya membaca menjadi salah satu pendorongnya untuk menulis. Untuk
memfasilitasi kebiasaannya tersebut Mr
Bams menuangkan tulisan melalui Blog. Ia membagikan pengalamannya bagaimana
caranya ngeblog.Menurutnya blog sangat bermanfaat untuk menuangkan
pengalamannya untuk menuliskan berbagai informasi sepeti puisi, cerpen,puisi,
resep makanan,gaya hidup,dan sebagainya.
Kita bisa dapat menulis apa yang kita lihat,dengar dan kita rasakan dalam hidup kita. Semakin banyak kita menulis
dan semakin banyak karya tulis kita akan meningkatkan kepercayaan kita dalam
menulis. Karya kita di blog dapat dibaca dan dilihat oleh orang banyak.
Membangun blog tidaklah mudah.Ada
berbagai kendala yang sering dialami yaitu kurangnya komitmen,dan tidak
konsisten dengan konten,jaringan sedang tidak bersahabat,dan kadang-kadang
kehabisan ide.Jika kehabisan ide maka solusinya kita harus banyak membaca. Agar
blog kita ramai dikunjungi maka kita dapat bergabung dengan komonitas
menulis.Selain itu kitabisa memperkenalkan blog kita kepada yang lain. Bisa di
WA, FB, IG, kemudian rajin berkunjung ke blog yang lain. Jika blog kita berisi
informasi yang dibutuhkan orang lain maka blog kita akan banyak dikunjungi
orang lain. .bila kita seorang guru maka buatlah tugas di blog kita.maka pasti
banyak tugas dan pengunjung ke blog kita. Untuk awalnya kita tulis apa yang
kita sukai.Bila diawal kita sudah bingung maka biasanya tidak akan jadi.Seiring
waktu berjalan mana yang konsisten tulisan-tulisan kita.Hati-hati dengan curhat
jangan sampai kelepasan, ingat blog komsumsi publig,pintar-intarlah memposting
tulisan. Tantangan guru saat ini luar biasa. Oleh karena itu guru harus
memiliki banyak ketrampilan. Salah satu ketrampilan yang harus dimiliki guru
adalah ketrampilan menulis. Buatlah tulisan dan kirimlah ke media cetak ( koran,majalah, media online),membuat buku
dan menulis di blog. Buatlh blog yang
dikelola dengan sepenuh hati, tidak hanya memenuhi target. Akan tetapi
tumbuh kembangakn blog. Setiap orang punya potensi yang luar biasa. Maka
galilah dan kembangkan. Banyak orang
yang akan bisa, tetapi tidak semua orang melakukan sesuatu.
Demikianlah
pemaparan materi dari Mr. Bams yang selalu memberikan semangat dengan
mengirimkan pesan-pesan bahagia. Menurut beliau bahagia itu harus diciptakan
setiap hari.Goresan tulisanmu dengan hati agar dikenang sepanjang hayat.
Hadirkan jiwa dan raga dalam tulisan itu untuk membahagiakan yang lain. Maka
kebahagian akan datang dengan tak tertahankan. Kita bukan untuk menjadi orang
hebat, akan tetapi semoga kita menjadi oarng yang bermanfaat kapanpun dimanapun dengan siapapun..
Kamis, 17 September 2020
MEMBIASAKAN DIRI MENULIS.
Materi malam ini : Inspirasi menulis buku.
Nara sumber : Bpk.Yulius Roma.
Moderator : Ibu Aam Nurhasanah
Peresume : Yohana M.A.Bana.
Nara
sumber dalam pertemuan ke-20 adalah bapak Yulius Roma Pantandean. Lahir di Tana Toraja pada tanggal 6 Juli
1984.
Manfaat Menulis.
Menulis
buku tentunya memiliki keistimewaan tersendiri, yakni tersalurkan ilmu
pengeatahuan dan pengalaman yang kita miliki ke dalam senuah tulisan secara
formal. Di samping itu menulis merupakan sebuah kegiatan yang membutuhkan
pembiasaan. Membiasakan diri menulis setiap hari. Menulis apa saja semua topik
bisa ditulis. Secara pribadi terbitnya karya tulisan pertama dari penerbit
Andi, hasil kolaborasi dengan prof. Richardus Eko Indrajit telah memberi
kebiasaan baru itu kepadanya. Pembiasaan itu dingkapkan dalam tulisan yang
pernah disampaikan sebelumnya di group ini. Kegiatan menulis telah membuatnya
untuk selalu mencoba menuliskan apa yang
terlintas di benaknya.Termasuk menulis puisi baik puisi bahasa Indonesia maupun
bahasa Inggris.saat ini materi ajar sastra dan bahsa Inggris di kelas IX terkait
puisi. Maka sambil mengajar siswa menulis puisi.sekali mendayung ia juga
mengasah kempuannya untuk menulis puisi. Setap sore ia menulis minimal satu
puisi. Temanya tentang apa saja yang terlintas dipikiran saya. Ini harus COBA
dan LAKUKAN. Selain itu beliau mengajak beberapa teman guru untuk mulai belajar
menulis. Mereka bersepakat untuk menuli
syang diajarkan di kelas. Topikyang dipilih seputar puisi. Ada dua orang guru
bahasa Indonesia yang bersedia. Mereka berspakat menuliskan minimal 40 puisi dengan
tema PJJ selama sebulan sepanjang bulan September. Selain menulis sejak PJJ diberlakukan
karena pandemi virus corona, beliau mengelola kelas ajarnya dengan
menggunakan kombinasi Zoom dan Youtube. Semua tatap muka Semua tatap muka di
dokumenatsikan di Youtube: hhtps://www.youtube.com/RomaPatandean
Menulis buku ajar.
Beliau
pernah menulis buku ajar tetapi sebatas digunakan di sekolah. Ditulis di tahun
2007 – 2009. Status tertinggi ketiga buku ini adalah ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Tana Toraja. Printnya masih manual
menggunakan Epson IP2770.
Menemukan Ide
Dalam menulis
kita biasanya mentok ide. Beliau punya cara agar ide tidak mentok seperti dalam
tulisan ini : https://romapatadean
wordpress.com/2020/05/26/pilihan-ganda-atau-essaynilai-kehidupan/
Ada atau Tidak
:https//romapatandean wordpress.com/2020/05/27/ada-atau-tiada/
Kendala
kita menulis adalah merangkai kalimat yang panjang. Apalagi dalam konteks
menulis buku. Maka ia mencoba menuliskan
ide dengan maksimal 6 kata dalam satu kalimat. Kemudian antara maksimal
memililiki 6 kata dalam satu kalimat ini telah sering ia ujikan ke siswa
mengajar di WA. Mempraktekan salah satu isi tulisan nya di buku Digital
Transformationyakni Ciber Pedagogy. Ini terkait Budayakan dan Konsisten dari
CLBK. Ia mengirimkan paragraf singkat ke siswa dimana kalimatnya terdiri atas
maksimal 6 kata.Sering kali 8 kata atau 10 kata. Setelah itu ia menanyakan apa
keunikan kata tersebut. Intinya di samping mengajar kemampuan menulis juga
diasah.
Trik menulis agar tulisan meluas.
Caranya
dengan mengubah judul Bab buku karena terkadang judul itulah
yang mengatasi ruang gerak kita. Judul Bab
ia ubah menjadi sub judul karena pembahasannya terbatas. Kemudian ia
mencari topik yang sejenis dengan judul tersebut untuk ia kembangkan terlebih
dahulu sebagai sub judul. Jukia ternyata dalam pengembangan sub judul dan lebih
luas materinya maka ia geser menjadi judul Bab. Contohnya ia menulis judul Bab
Sekolah Pitar,maka ia kumpulkan dulu unsur-unsur yang haru spintar dalam sebuah
sekolah. Maka terkumpullah ide sub judul : Kurikulum, Kepala Sekolah, Guru,
Tata usaha, Administrasi, Jadwal bangunan,pelatihan,Lacak alumni. Dari
judul-judul ini ia beri tanbahan smart, sehingga
selesai dituliskan pengembangannya menghasilkan judul Bab SMART SCHOOL.
Menulis Puisi
Menghasilkan
sebuah buku sastra, secara khusus puisi,maka sebaiknya konsentrasi pada poko
itu. Dengan fokus maka kemampuan mengolah kalimat puisi dibalut kiasan
personifikasi, metaforaa simile dan hiperbola akan lebih maksimal. Sama seperti
yang ia tulis sekarang. Walaupun sementara menyelesaikan buku Flipped
Classroom, setiap sore saat ini, jatahnya menulis puisi,saat menikmati
secangkir kopi hangat,maka saya menulis puisi.
Masukan
gbr puisi.
Ciber Pedagogy
Ciber pada siswa, student center. Ciber Pedagogy adalah sebuah metode dan seni
mendidik dengan perpaduan penggunaan teknologi atau seni mengajar dalam
lingkungan yang serba online.
Mengatur waktu.
Menjadikan
menulis sebagai sebuah budaya, maka ia terlebih dahulu harus memiliki niat dan
komitmen yang sungguh-sungguh untuk menulis. Walaupun saat ini waktu
dikategorikan padat, ia yang memilih mengatur waktu. Menulis bukunya ia
fokuskan diakhir pekan, sementara waktu lainnya sementara waktu lainnya ia
gunakan untuk menuliskan apapun yang bisa ia tuliskan.Fokunya saat ini menulis
tiga buku: Flipped Classroom,sebuah buku grammar dan buku kumpulan puisi. Agar
konsisten, maka ia harus menetapkan visi penulisan itu, yakni tulisan harus
selesai dalam waktu yang sudah ia tentukan. Dengan adanya visi dan batasan waktu,
konsistensi akan selalu terjaga walaupun berada ditengah kesibukkan.
Agar kita fokus pada tulisan kita maka ia menyiapkan rancangan atau draf penulisan dalam laptop agar ketika membuka laptop tulisan itu akan menyapanya. Selanjutnya perbanyak imput. Artinya memperkaya sumber referensi, baik dari topiknya maupun dari internet. Prof Eko pernah membagi link Pdf di Internet.
Jika kesulitan menulis,rangkailah kalimat dengan sederhana dan singkat selain ituagarmampu mencoba,melakukan dan membudidayakan dan kosisten maka kita perlu menetapkan visidan komitmen dalam menulis. Jangan biarkan waktu yang mengatur kita tetapi aturlah waktu itu.
Salam Literasi
Rabu, 16 September 2020
MILIKILAH SEMANGAT MENULIS
Materi malam ini : Inspirasi menulis buku.
Nara sumber: Eva
Moderator : Mr. Bams.
Peresume : Yohana M.A.Bana.
Nara sumber malam ini adalah ibu Eva sekota dengan saya yakni di Kota Kupang dan bahkan kami berdua berada di
gelombang 7 tetapi saya ketinggalan kapal dan tidak bisa mengarungi lautan yang
gelombangnya terlalu tinggi apalagi saat itu mertuaku sakit dan saya harus fokus untuk
mendoakannya dan merawatnya dan banyak tugas pekerjaan yang saya harus kerjakan
yang menyita banyak waktuku.
Pada mulanya.
Awalnya Bu Eva ikut bergabung dan menimba ilmu
mengikuti setiap rangkaian materi yang di sajikan dala forum belajar menulis
gelombang 7 di bulan Maret bertepatan dengan pandemik dimana rasanya membuat
kita membuang waktu dan bingung harus berbuat apa karena mendadak PJJ.Akhirnya
pandemik ini membawa berkah peningkatan kompetensi menulis baginya dengan
bergabung digroup menulis Om Jay. Setiap hari kami menulis 3 paragraf.
Pemaparan materi.
Pertama
dari ide-ide yang dilemparkan Om Jay ke group menulis gelobang 7. Awalnya Bu
Eva berpikir Om Jay mengajak kita menulis dengan tema-tema seperti kucing,
siomay,anak bayi, pokoknya apa saja yang dilemparkan Om Jay di group kita
diharapkan bisa merangkai katahigga minimal tiga paragraf. Dan hari demi hari
makin bertambah pengalaman, hadirnya narasumber-narasumber yang luar biasa
menginspirasi, membuat semangat untuk menulis semakin besar, dari yang hanya
menulis minimal tiga paragraf,pentigraf,hingga menuangkan resume materi dalam
tulisan di blog,setiap peserta wajib membuat resume dan memposting di blog.
Pengalaman yang luar biasa menghantarkan saya bisa melahirkan sebuah buku
pertama.Malam itu kami menerima materi menulis dari Prof Eko Bu
dan temannya di group 7 mengikuti materi dengan seksama demi sebuah
resume.demikian tuntutannya seperti itu.Setelah mereka menerima materi seperti
itu dari Prof Eko,beliau mengajak sekaligus menantang mreka untuk berkolaborasi
menulis bersama Prof Eko dalam jangka waktu satu minggu.Malam itu kami
belummengiayakan dalam hati berpikir ini
tantangan gilaa..mana mungkin ibu Eva adalah pemula bisa menulis dalam jangka
waktu satu minggu ningga siang hari Om Jay melemparkan sederetan tema yang ditawarkan oleh Prof Eko dan mereka diminta
jika bersedia silahkan copy paste dan tuliskan nomer hp. Ibu Evamembaca semua
tema yang ditawarkan semuanya IT meski beliau adalah guru TIK rasanya belum
memiliki potensi untuk menuliskan konsep-konsep tema seperti yang ditawarkan oleh Prof Eko. Dan untuk
menjawab tantangan itu dan mau membuktikan dirinya bisa menulis buku maka ia
memberanikan diri menuliskannama dan nomer HP hingga digabungkan dalam group
menulis Prof Eko dan tergabunglah 21 orang yang bersedia. Hari pertama menyodorkan main map tentang buku yang ia akan tulis. Main map ini
didapatkan dari belajar menulis bersama nara sumber Akbar Zainudin penulis buku
Man Jadda Wa Jadda. Dari main map ini dituangkan kedalam outline yang hari itu
juga disetujui oleh Prof.Eko jawaban Prof Eko itu VERY GOOD,Prof meminta untuk
mengirim daftar isi. Mulai bersemangat
tetapi bingung sendiri. Petualanganpun dimulai Bu Eva membuka sejumlah
referensi dan salah satunya ialah buku UKTUB panduan lengkap menulis buku dalam
180 hari dan referensi buku yang ditulis Om Jay. Bu Eva belajar tahap membuat
daftar isi yang dikembangkan dari main map.hari kedua langsung menyerahkan
outline dan daftar isi dan cover bukunya langsung diberikan oleh Prof .Eko.
hari ketiga sampai kelima dilewati dengan benar-benar fokus mereka berada dalam
kegilaan menulis.Bu eva benar-benar fokus pada menulis hingga lupa semuanya dan
yang diingat hanyalah menulis.Ia selalu berdoa memohon kesehatan dan kemudahan
darinya. Dari 21 orang yang tergabung hanya 11 orang yang menjawab tantangan
itu. Kemudian tanggal 23 Mei 2020 tibalah waktunya mereka mendengar hasil
evaluasi dan pengumuman yang lolos untuk diterbitkan di penerbit Andi.9 orang
yang menulis berhasil diterima tanpa direvisi.
Sesuai
tema malam ini adalah Inspirasi menulis buku.sebagai sahabat rumah belajar memberinya
inspirasi untuk menulistentang kelas maya rumah belajar. Pengalaman sebagi
instruktur kurikulum 2013. Menginspirasinya menulis tentang Optimalisasi
model-model pembelajaran Inovatif.dan ia sementara menulis tentang “Belajar
Merdeka dan Merdeka Belajar. Ketika kita menulis dengan niat berbagi akan
adajalan terbuka dan mempertemukan kita dengan orang-orang hebat yang luar
biasa,menginspirasi dan selalu berbagi.
Dan
ada satu prinsipyang ibu Eva pegang saat ini adalah semakin dibagi semakin tak
terbatas. Semakin kita punya niat untuk berbagi semakin ada ide-ide yang muncul
dalam pikiran dan hati kita. Setelah buku pertama terbit semakin memotivasinya
untuk menghasilkan karya-karya yang lain. Setelah semua tulisan dirampung
menjadi satu buku maka kata pengantar diminta dari Om Jay.
Kata Motifasi dari
Bu Eva.
Hilangkan
keraguan yang ada,hargai potensi kita sebgai makluk ciptaan Allah yang sempurna
dan memilki bakat masing-masing.Yakinlah dalam diri batu hambatan yang ada
harus bisa kita pecahkan.
Pesan
Prof. Eko untuk bu Eva adalah “cita-cita itu harus dikejar seperti laskar
pelangi”
Kata Penutup
Kata
penutup dari Bu Eva adalah “Semangat” kekuatan inilah yang akan menggerakan
kita, membuat kita bisa mengolah pikir,rasa.karsa dan raga menjadi tenaga yang
akan menggerakan dari dalam untuk kita bisa berada dalam kegilaan menulis. Dan
bu Evasudah membuktikannya, ketika semangat itu menyala dengan baik semua halangan rintangan
terlewati dengan baik. Selalu yakin Allah melihat kesungguhan kita dan Allah
akan membuka simpul-simpul ide dalam diri kita dan kita ikuti alurya biarkan
dia larut dalam kegilaan menulis. Jangan kita membendung tetapi kita biarkan
ide itu mengalir dengan lancar tanpa hambatan. Mulailahlah sekarang, pecahkan
batu penghalang, jadikan allah penolong kita, semangat itu pasti akan terjaga
hingga satu buku rampung.Bergerakalh menulis, maka pergerakan itu akan
menghentar kita pada satu tujuan.
SUKA DUKA HIDUP DITENGAH PANDEMI
a. Awal
mula menghadapi Virus.
Di
Indonesia setiap harinya penderita covid semakin meningkat. Tragedi ini benar-benar membuat setiap orang merasa
tergoncang, Hal ini merupakan suatu ancaman besar bagi masyarakat Indonesia, keluarga
dan masing-masig pribadi. Banyak orang yang di PHK dan kehilangan
pekerjaan . Kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk
menghadapi keadaan seperti ini. Seandainya negara kita sudah tahu atau menduga bahwa akan mucul
virus seperti ini, maka pastilah negara sudah mempersiapkan masyarakatnya lebih
awal untuk menghadapinya. Selama ini sudah ada seruan bahkan sosialisasi untuk
meningkatkan kompetensi dan
mempersiapkan diri menghadapi ketrampilan mengajar abad 21. Tetapi semua hanya sebatas mengikuti
pelatihan. Dan pelatihan itu juga tidak membawa manfaat. Saat itu juga guru dituntut untuk mengajar
menggunakan IT. Untuk menggunakan IT juga hanya dilakukan oleh segelintir orang
saja. atau para guru TIK karena pada umumya banyak guru yang belum bisa
mengajar menggunakan LCD. Dengan adanya
virus ini membuat seluruh jagad raya ini mengalami perubahan total.
Perubahan di berbagai segi tatanan
kehidupan manusia. Para ahli memprediksi kapan berakhirnya virus ini namun para ahli tidak dapat
memastikan sampai kapan virus ini
berakhir. Para medispun belum menemukan vaksin atau obat untuk menyembuhkan
penderita covid. . Berbagai kebijakan
dibuat oleh Pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid
19.
Pertama-tama
melakukan isolasi pemisahan orang yang menderita covid dengan yang tidak terinfeksi,
social distancing (pembatasan jarak sosial ) karantina wilayah ( lokdown) oleh
berbagai Negara. Dan Presiden Republik
Indonesia Joko Widodo membuat kebijakan Pembatasan Wilayah Berskala Besar (
PSBB) .Kemudian mengatur tentang adanya perintah stay at home ( berdiaam di rumah) Presiden membuat kebijakan untuk bekerja dari
rumah (work From Home/WFH) beribadah dari rumah dan belajar dari dirumah. ( Learning From Home /LFH) Selanjutnya perlu menjaga
kebersihan,menggunakan masker secara benar ,mencuci tangan , jaga jarak, dan
menghindari kerumunan. Tetap menjaga
imun tubuh, makan makanan yang bergizi,isterahat yang cukup agar tidak gampang
terinfeksi.
b.
Hadapi
Covid dalam keluarga masa pandemi.
Dalam
kondisi penyebaran covid maka pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan,
tetapi pembelajaran berlangsung di rumah. Selama ini pendidikan informal, di lakukan dirumah. Pendidik yang pertama dan utama
adalah orang tua yakni ayah dan ibu. Sedangkan pendidikan formal berlangsung di
sekolah. Dengan adanya pandemi covid 19
pendidikan informal dan formal berlangsung dirumah. Maka orangtua
berperan ganda.
Orang tua berkewajiban memberikan didikan,
asuhan, arahan dan bimbingan kepada anaknya. Pendidikan yang diberikan kepada anak sebagaimana yang dikatakan oleh
Ulwan (1981) adalah pendidikan keimanan, pendidikan aklak moral,pendidikan
intelekual,pendidikan jasmani, pendidikan sosial, dan kepribadian,dan
pendidikan seksualitas. Hal ini merupakan tanggung jawab orangtua sebagai guru
bagi anak-anak.
Sejak libur hari pertama sampai pada hari ke-14, orang tua masih melaksanakan kegiatanya dengan sabar dan penuh pengertian dalam minggu pertama. Tetapi memasuki minggu kedua sudah merasakan beban yang sangat berat dalam keluarga. Mulai muncul pengeluhan tentang kebutuhan dalam rumah tangga. Orang tua mulai merasakan beban yang sangat berat. Anak-anak juga sudah bosan tinggal di rumah, anak-anak mulai merindukan gurunya karena mamanya bukan guru. Mereka juga merindukan teman-teman agar bisa bertanya dan saling mendorong dalam belajar. Mereka menuntut untuk segera masuk sekolah karena tidak mengerti tugas yang diberikan oleh guru. Dan orang tua tidak sanggup memberikan penjelasan yang benar. Setelah 14 hari libur namun virus ini semakin meningkat, maka Menteri mengunumkan agar libur diperpanjang sampai tahun pelajaran baru. Maka kami kembali melanjutkan bekerja dari rumah yakni saya selalu mengajar dari teras rumah kami. Dan kami beribadah dari rumah secara online melalui Youtube atau radio. Serta 3 orang anak putri yang masih SD mempergunakn teras rumah untuk belajar. 6 orang anak-anak laki-laki belajar disalah satu ruangan dekat wifi.
c.
Aksi
peduli covid.
Di mana-mana timbul pegeluhan, akhirnya aksi nyata mulai digerakan,bantuan-bantuan mulai dikumpulkan dari kantor, sekolah, Pramuka, kelurahan dan RT bahkan pemerintah mulai melakukan aksi peduli covid. Setelah mengalir bantuan dari pemerintah maka orang mulai tenang dan hidup stabil ditengah covid.
d.
. Kegiatanku sehari - hari.
Kegiatan sehari-hari yang dilakukan pada masa pandemi adalah bervariasi. Karena bekerja dari rumah segala pekerjaan di kerjakan semua. Setiap hari saya mempersiapkan makan untuk kami semuanya. Anak-anakku semuanya bejumlah sembilan orang, jadi kami berjumlah 11 orang. Setelah semua menikmati makan pagi saya mengajar melalui WA namun siswa-siswa ingin melihat wajah saya maka atas bantuan anakku kami membuat video pembelajaran. Video ini saya persiapkan lebih awal sehingga tiba jadwalku saya hanya mengirimnya kepada anak-anak. Jujur saja selama ini tidak pernah membuat video pembelajaran . Tetapi karena terpaksa dalam keadaan yang amat susah saya harus membuat video karena anak-anak sudah rindu untuk mengajar secara tatap muka.Setelah membuat persiapan mengajar saya mendampingi mereka dalam belajar. Setelah belajar kami menanam sayur, karena selama covid tidak pergi ke pasar. Setelah masa New Normal kami tetap menanam sayur karena sudah terbiasa menanam sayur. Kegiatan itu amat menyenangkan bagi kami. Ternyata covid membawa keberuntungan, kami bisa menikmati makan sayur yang tidak memakai pupuk pabrik tetapi pupuk hewan yang diambil dari kambing kami sendiri. Saya juga mengikuti kegiatan webinar-webinar
Mengajar menggunakan WA siswa yang tidak mengerti mereka bertanya seperti gambar yang ada anak panah dibawah ini:
Walaupun belum pernah membuat video pembelajaran tetapi berusaha untuk membuat pelajaran atas bimbingan Ega Leobisa anakku no.2, yang adalah siswa SMA Negeri 2 Kupang.
Setelah selesai mengajar dan tidak ada kegiatan lagi maka kami menanam sayur.
e. Mendampingi anak belajar.
Mendampingi anak dalam belajar merupakan pekerjaan yang paling merepotkan bagi saya. Karena jumlah anak yang banyak. Anak kandung dua orang ditambah anak angkat tujuh orang. Tiga anak di SD, dua anak di SMP, dua anak SMA, satu anak di Perguruan Tinggi, dan satu anak tamatan Sarjana Biologi. Setelah membereskan pekerjaan rumah saya mendampingi mereka dalam belajar. Yang paling merepotkan adalah 3 orang anak SD. Mereka yang ada di SD sudah ada kesepakatan bersama para guru dalam rapat bahwa sebagian besar siswa tidak punya HP jadi orang tua pergi ambil tugas disekolah dan setelah anak mengerjakannya orang tua antar kembali kesekolah. Dua anak SMP, saya hanya mengingatkan mereka untuk belajar. Karena saya ada dalam group merekadi sekolah dan tahu bagaimana perkembangan mereka dalam belajar. Sedangkan dua anak SMA, mereka berdua belajar mandiri dan saya hanya mencek mereka dalam mengerjakan tugas. Saya tidak bisa mengajar atau menerangkan mereka karena saya belum menguasai mata pelajaran yang lain. Dari sembilan orang ini semuanya sudah memilik HP kecuali 2 anak SD yang masih kelas V. Karena ketika mereka belajar mereka selalu bermain Game dan tidak mengerjakan tugas.Maka saya belum meberikan HP bagi mereka. Tetapi mereka berdua sudah meminta saya untuk beli HP. Dan pasti saya akan berikan karena mereka adalah anak-anak generasi Z yang harus belajar menggunakan HP. Sedangkan anak yang kuliah belajar mandiri.
f.
Kendala
yang dihadapi.
Ada
sejumlah kendala yang dihadapi, dimana harus punya akses internet yang memadai,
punya HP android yang ram besar. Covid yang hadir secara mendadak membuat semua
orang harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Karena mendadak, jadi materi - materi
pembelajaran yang ada selama ini harus diubah menjadi format daring. Dari RPP
satu lembar perlu direvisi atau diperbaharui menjadi RPP daring.
Dari
membuat format daring memberikan tugas kepada peserta didik, ternyata transfer
ilmu pengetahuan juga kurang memadai,atau kurang maksimal dibandigkan dengan
bertemu secara langsung. Terlebih bidang studi-bidang studi yang sebagian besar
materinya harus dipraktekan. Banyak guru yang mengeluh karena sebagian besar
siswa tidak mengerjakan tugas secara tuntas kebanyakan kakak atau orang lain
yag mengerjakan. Kehadiran covid merupakan satu ujian terbesar untuk menguji
sejauh mana ketahanan IT kita dalam menghadapinya. Dulu pembelajaran TIK yang
dipandang sebelah mata sekarang menjadi perioritas utama tanpa TIK orang tidak bisa bekerja secara maksimal..
Seandainya kita tahu bahwa akan hadir covid maka tentunya kita mempersiapkan
diri bahkan anak-anak kita sudah mendapat pelajaran TIK dari sekolah dasar.
Kesimpulan Akhir.
Akhirnya
dengan adanya pelaksanaan pembelajaran
jarak jauh ini maka setelah guru-guru, siswa dan orang tua bekerja sama untuk
belajar maka ada berbagai keuntungan yang didapatkan dari pembelajaran daring.
a.Menguntungkan bagi guru-guru.
1. Guru-guru
setelah belajar dan mahir menggunakan media pembelajaran daring maka mereka
dapat mengajar satu hari bisa 4-5 kelas bahkan ada yang melebihi itu. Karena
program pembelajaran sudah ada,dikirim kepada siswa dan cek tugas kembali. Ada anak
yang memori HP 2 ram saja maka tidak bisa memuat tugas yang begitu banyak mereka mengantarnya di sekolah. Sedangkan ada
yang langsung mengirimnya lewat ClassRoom.
2. Pembelajaran
daring bisa dilakukan dimana saja, sehingga guru bisa mempunyai waktu luang
untuk belajar dan juga bekerjadi rumah, mengurus pekerjaan rumah.
3. Guru-guru
tidak mengajar dengan berada di dalam kelas dan tidak berhadapan langsung
dengan anak-anak yang suka membuat kasus dan guru harus menyelesaikan persoalan
singkatnya tidak emosi.
4. Guru
tidak selamanya mengajar dengan menguras tenaga, bersuara di kelas dan juga
mersa lelah karena jam isterahat hanya 15 menit saja.
b.Menguntungkan
bagi orangtua:
1. Karena
pembelajaran tatap muka ditiadakan jadi siswa belajar dari rumah orangtua tidak
capai antar jemput.
2. Orang
tua dapat mengontrol langsung anaknya dan dapat mengetahui kemampuan anaknya
dalam mengerjakan tugas.
3. Orang
tua dapat mengawasi langsung anaknya dari rumah.
4. Uang
jajan sudah tidak diberikan maka dapat menghemat ekonomi rumah tangga.
c.Menguntungkan
bagi siswa.
1. Siswa
sangat senang belajar di rumah karena di rumah ada wifi atau akses internet sehingga dengan leluasa
mengerjakan PR.
2. Siswa
memiliki waktu untuk belajar lebih
3. Ada
banyak tugas yang tidak dimengerti bisa bertanya kepada temannya dan juga klik
di google..
4. Siswa
memliliki banyak waktu mengerjakan hobbynya.
Inilah
beberapa keuntungan pembelajaran daring. Dengan demikian jika pembelajaran ini
dipersiapkan secara terencana,teratur dan sistematis maka akan sagat memudahkan
bagi guru,siswa dan orang tua dalam
melaksanakannya.
Saran.
Selanjutnya
disarankan kepada orangtua, siswa dan guru untuk tetap semangat. Bekerja sama agar tercipta suasana
belajar yang nyaman, sehingga tercapai pembelajaran yang mmaksimal dengan
tidak merugikan siapapun. Disarankan agar pembelajaran TIK harus dimulai sejak
awal ykni dari Sekoalh Dasar.
Menghadapi Tantangan Hari Ini
Renungan pagi tanggal 19 September 2025. Tema: Menghadapi Hari Ini dengan Iman dan Pengharapan Firman Tuhan : Mazmur 118:24. Firm...
-
Puisi Rindu Mengajarmu Yohana M.A.Bana, M.Pd.K Anakku....sudah lama berpi...












